Rabu, 21 Desember 2016

Sampo Uban dan Penyakit Auto Imun

sampo anti uban di awal dibuat, 3 tahun lalu

Beberapa masukan positif datang dari pemakai sampo uban aka sampo kopi batangan. Kali ini bukan dari penderita uban, namun penderita penyakit auto imun. Mereka mengaku awalnya memiliki rambut yang mudah rontok, tipis, dan kusam. Kulit kepala pun pitak-pitak, boncel-boncel, penuh luka. Namun setelah 1-2 kali keramas dengan sampo anti uban -baik yang cair maupun padat- rambut berkurang rontoknya, mulai tumbuh anak rambut baru, kulit kepala mulai mulus kembali.

Wah, sampo uban memang multi fungsi. Saya jadi agak kaget. Dulu saya membuat sampo ini sekedar iseng, memperbaiki kondisi rambut sendiri yang cepat berubah warna pasca terserang kanker. Tujuan saya hanya memperlambat terjadinya uban, siapa tahu rambut putih berubah hitam kembali. Walau rambut masih berubah -meski sudah hampir 3 tahun memakai sampo ini- namun uban di kepala berkurang banyak. Kalau dulu separo rambut adalah uban, kini tinggal 1/3 nya, sisanya ada yang hitam ada yang kecoklatan. Saya juga tak perlu memakai cat rambut kimia. Kalau terpaksa mengecat rambut, cukup pakai henna yang harganya Rp.5000/bungkus, satu bungkus bisa digunakan 2x dan sekali cat bertahan sebulan. Lumayan ngirit buat rambut panjang saya!

Sampo anti uban memang dirancang untuk kesehatan rambut, fungsinya memperbaiki rambut rusak menjadi sehat. Maka bahan-bahan sampo dipilih yang berfungsi menyehatkan rambut, mulai bahan utama seperti minyak nabati (ada 6-7 minyak nabati, termasuk minyak wijen dan jarak), bahan tambahan alami (ada 5-6 bahan seperti neem, kopi, biji delima atau biji pepaya).

Tak selalu sampo berhasil menghitamkan rambut beruban -butuh waktu dan tergantung banyak faktor- namun sampo akan membuat rambut sakit menjadi sehat. Rambut rontok menjadi berkurang rontoknya, rambut kusam menjadi bercahaya, rambut berketombe menjadi berangsur hilang ketombenya, dan kepala botak menjadi berambut. Rambut perenang yang setiap hari berenang di air penuh kaporit akan tetap sehat jika selalu keramas menggunakan sampo ini.

Sabtu, 17 Desember 2016

Scrub kopi, Manfaat dan Pantangan

scrub kopi dalam bentuk sabun

Kopi bubuk kerap dijadikan bahan scrub untuk mengelupas kulit mati. Biasanya kopi bekas, atau ampas kopi, akan dicampur dengan gula atau garam, dan minyak kelapa. Kopi lalu dioleskan ke seluruh tubuh sambil diurut-urut. Hasilnya, kulit menjadi halus, lembut, bersinar, karena scrub kopi berfungsi mengelupas kulit mati, melancarkan aliran darah, dan merangsang pertumbuhan kulit baru.

Kalau merasa repot dengan ritual mencampur minyak kelapa dan ampas kopi, bisa diganti dengan mandi menggunakan sabun scrub kopi.

Rabu, 14 Desember 2016

Tips Mengatasi Eksim yang Membandel



Eksim -baik kering maupun basah- bisa menyerang siapa saja, mulai bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan manula. Namun biasanya eksim banyak dijumpai pada anak-anak dan orang tua.

Penyebab eksim pun beragam, mulai perubahan musim, makanan, dermatitis kontak, atau luka karena garukan. Eksim ditandai dengan rasa gatal yang menyengat, panas, dan perih usai digaruk. Secara fisik eksim akan meninggalkan bekas menghitam, bintik-bintik kemerahan, kadang berair atau bahkan bernanah pada eksim basah.

Sifat eksim bisa hanya sementara, bisa pula menahun. Sementara karena perubahan musim misalnya, atau alergi makanan tertentu. Eksim bersifat menahun jika seseorang mengalami gangguan kekebalan tubuh.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika seseorang menderita eksim, di antaranya :

1.ketika rasa gatal menyerang, tahanlah, jangan menggaruk. kalau gatal tak tertahankan, ganti menggaruk dengan menabok, atau kompres dengan es batu. Menggaruk -yang biasanya berlebihan- akan menyebabkan kulit terluka, sehingga mudah terinfeksi oleh bakteri.

2.jangan memanjangkan kuku, sebaliknya potonglah kuku setiap 2x seminggu. hal ini akan menghindarkan bahaya saat menggaruk, terutama ketika tidur. kuku pendek dan bersih mempercepat penyembuhan eksim.

3.gunakan pakaian yang menutupi tangan dan kaki saat tidur, misalnya kaos lengan panjang dan training panjang. bahan pakaian harus nyaman di badan, untuk menghindari tercetusnya rasa panas dan gatal. pakaian yang menutup tubuh akan menghindari bahaya saat Anda menggaruk di kala tidur.

Senin, 05 Desember 2016

Sabun Kombucha

sabun kombucha, terbuat dari scoby kombucha


Dua tahun lalu seorang kawan mengirimu saya scoby kombucha. Saya lalu membuat sendiri teh kombucha untuk mengobati alergi gatal dan alergi gigitan nyamuk yang saya derita. Teh kombucha berhasil mengobati penyakit saya ssetelah rutin saya minum. Tapi seiring waktu scoby kombucha saya pun 'mbludak' hingga hampir 2 toples penuh. Sebagian scoby saya jadikan pupuk tanaman, sebagian diberikan ke kawan yang membutuhkan, sisanya masih banyak ternyata.

hotel kombucha sudah penuh


Iseng saya jadikan scoby kombucha ini menjadi sabun kombucha, terisnspirasi Randie Hilliard, si empunya Rand Hill Naturals, yang sudah mengembangkan sabun kombucha bertahun-tahun. Tentunya, resep sabun saya sesuaikan dengan persediaan minyak di kabinet sabun saya. Kali ini untuk aroma, saya mencampur sekitar 6 minyak esensial dengan tujuan mengenyahkan aroma kombucha yang 'semerbak', di antaranya clary sage dan thyme yang berfungsi sebagai anti bakteri, anti serangga -khususnya nyamuk-, dan mempercepat penyembuhan luka serta pergantian kulit. Kebetulan saya memakai minyak esensial (EO) 'therapeutic grade', agar sabun juga bersifat menyembuhkan.
Saya tambahkan spirulina untuk aksen warna.

sabun kombucha siap diangin-anginkan sebelum dipakai beberapa minggu lagi (tergantung cuaca :P )

Jumat, 02 Desember 2016

Membuat Salep Gatal dengan Bahan Alami


krim untuk kulit sensitif, mengandung cocoa butter, beeswax, minyak esensial frankincese dan lavender, serta EVOO
Kulit Anda sensitif, mudah gatal, cepat bereaksi terhadap gigitan nyamuk dan serangga? Atau Anda menderita eksim -baik basah maupun kering- atau penyakit kulit lainnya? Ada baiknya Anda membuat krim gatal sendiri, apalagi jika selama ini krim yang Anda beli di toko obat atau berdasar resep dokter tampaknya tak memberi hasil yang memuaskan. Krim buatan sendiri -asal berbahan alami- relatif aman dipakai.

Saya kerap membuat krim untuk mengobati eksim kering di kaki, atau mengobati bekas gigitan nyamuk yang bentuknya mengerikan -bengkak, merah, kadang berair- atau gigitan serangga lainnya. Hasilnya lebih baik walau terkadang lebih lambat dari krim-krim yang dibeli di toko obat. Selain lebih aman, krim alami juga lebih murah dan bisa dipakai kapan saja selama dibutuhkan, asal Anda memiliki sediaannya di kulkas.

Berikut bahan-bahan alami yang bisa dijadikan krim gatal dan penyakit kulit :

1.Butter, bisa cocoa butter (lemak coklat) atau shea butter
Butter bersifat melembabkan kulit, memulihkan kondisi kulit yang rusak, melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut, serta bersifat menyembuhkan radang.

2.Minyak nabati yang dibuat dengan proses 'cold press' seperti minyak jarak,  minyak zaitun, minyak almond, minyak argan. Bisa juga menggunakan VCO atau minyak kelapa tradisional
Minyak nabati ini selain berfungsi menyembuhkan juga menjadi pengantar/karier bagi bahan herbal lainnya, entah itu minyak esensial, ekstrak tanaman herbal, dll.

3.Beeswax atau lilin lebah.
Beeswax berfungsi mempertahankan kelembaban kulit, mengurangi gatal dan nyeri, serta membuat krim tampak padat.

Minggu, 20 November 2016

Minyak Esensial dan Sabun (2) : Sabun Gatal dan Penyakit Kulit


Masih menggunakan komposisi minyak yang sama dengan saat membuat sabun frankincense, kali ini saya tambahkan beberapa minyak herbal dan minyak esensial. Tambahan itu adalah minyak mahkota dewa, minyak pinus, minyak esensial thyme dan myrtle.

Pada kulit, minyak esensial thyme berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, membantu menghilangkan selulit dan bekas luka, serta menyembuhkan gigitan serangga.
Minyak esensial myrtle bersifat antiseptik, disinfektan, mengurangi kerut dan bekas luka, mengencangkan kulit, menghilangkan bau badan, dan mengobati jerawat.
Minyak mahkota dewa menyembuhkan beragam penyakit dan gangguan kulit. Begitu juga dengan minyak pinus.

Kalau Anda menderita gangguan kulit, seperti kulit yang melepuh karena gatal, herpes, eksim, panu, atau gigitan serangga, ketika menggunakan sabun ini awalnya terasa pedih dan panas. Diamkan saja selama 3-5 menit, lalu bilas. Maka bagian tubuh yang sakit tadi akan mengering, kulit yang hitam dan kemerahan akan kasar, lalu beberapa hari kemudian mengelupas.

Rabu, 16 November 2016

Minyak Esensial dan Sabun (1) : Sabun Wajah 'Frankincense'



sabun frankincense, bahan dasarnya 4 minyak nabati non sawit dan minyak esensial frankincense
Beberapa bulan lalu seorang teman menghibahkan beberapa minyak esensialnya kepada saya. Ada beberapa belas minyak esensial, ukuran 2 ml. Dia memang distributor minyak esensial yang punya nama, kualitas minyak esensialnya sungguh terasa khasiatnya.

Iseng saya mencoba membuat sabun untuk wajah dengan bahan standar (4 minyak dasar tanpa minyak sawit), ditambah minyak esensial frankinsten beberapa tetes. Sebagian besar sabun (90%) saya kembalikan ke dia, sisanya ada 3 potong kecil, satu saya pakai sendiri, dua lainnya saya berikan ke dua teman yang memiliki masalah pada wajahnya. Hasilnya sungguh memuaskan. Sabun tak hanya melembutkan wajah, tapi juga menghilangkan permasalahan umum seperti jerawat, bekas jerawat, komedo, dll.

Saya coba baca literatur tentang minyak esensial frankincense, ternyata fungsinya antara lain :

manfaat umum minyak esensial frankincense, sumber organicfacts

Selasa, 25 Oktober 2016

Membedah Sabun Pelangsing

salah satu jenis sabun pelangsing di pasaran

Kisah ini berawal dari seorang teman yang menantang saya membuat sabun pelangsing. Tubuhnya memang melar, terutama bagian perut. Tanda makmur? Mungkin saja. Di jaman ini, kemakmuran, masa-masa bahagia berumahtangga, kemajuan karir, biasanya -tidak selalu- ditunjukkan lebih dulu oleh tubuh kita, khususnya bagian perut. Bagi saya, tantangan ini bukan hal mustahil. Selama masih bisa dilogika, dan cukup pengetahuan untuk mewujudkannya, melangsingkan tubuh dengan beragam cara, niscaya saja.

Iseng saya mulai 'browsing' aneka sabun pelangsing yang dijual di jagat raya, entah buatan lokal maupun global. Saya baca 'ingredient'-nya apa saja. Sekedar ingin tahu. Umumnya sabun-sabun pelangsing di pasaran itu mengandung rumput laut dan rempah. Ada apa dengan kedua bahan ini? Apa fungsinya dalam membuang lemak tubuh? Saya penasaran dan mulai membaca sebelum bereksperimen.

satu jenis rumput laut yang dibubukkan

1.Rumput laut
Dalam persabunan, rumput laut digunakan untuk menyerap kelebihan cairan di bagian tubuh yang berlemak. Rumput laut juga berfungsi mengangkat kulit mati dan merangsang pertumbuhan kulit baru. Sabun pelangsing buatan negeri gajah maupun dari benua yang ditemukan Colombus banyak memanfaatkan rumput laut sebagai bahan utamanya.

satu jenis rempah buat sabun pelangsing

2.Rempah
Rempah yang digunakan dalam sabun pelangsing ada beragam jenis, baik dalam bentuk serbuk maupun minyak esensial. Sabun pelangsing dari negeri penyair favorit saya, Baudelaire, misalnya memanfaatkan minyak esensial merica sebagai bahan utama (jadi ingat koyok cabe atau balsem cap lombok, apa fungsinya mirip ya?). Sabun pelangsing dari negeri jiran menggunakan sari jahe sebagai andalan. Dan masih banyak lagi. Fungsi rempah ini sudah jelas, menghangatkan tubuh di bagian berlemak, sehingga sirkulasi darah lancar, maka metabolisme pun lancar, lemak-lemak diharapkan terurai bukannya menumpuk.

Minggu, 23 Oktober 2016

Membuat Bedak dari Bahan Alami

Membuat bedak tabur sendiri tidaklah susah. Banyak bahan alami di sekitar kita, calon bedak yang mumpuni. Bedak alami memiliki beberapa keunggulan dibanding bedak buatan pabrik, di antaranya :
1.tidak mengandung bahan kimia berbahaya sehingga kecil efek sampingannya buat wajah kita
2.tidak menyebabkan alergi
3.tidak menyebabkan jerawat, bahkan bisa mencegah jerawat
4.lebih murah
5.bisa dimodifikasi warnanya sesuai keinginan kita

Beberapa bahan alami yang kerap dijadikan campuran bedak adalah :


ubi garut

1.Tepung garut
Tepung garut dihasilkan dari ubi garut yang diproses menjadi tepung. Banyak manfaat ubi garut seperti mendinginkan kulit, melembabkan kulit, mengobati luka, kulit terbakar, dan beberapa gangguan kulit seperti alergi, ruam, cacar air, gangren, dan gigitan serangga berbisa. Itu sebabnya tepung garut menjadi bahan bedak alami yang paling banyak digunakan.



tepung jagung alias maizena
2.Tepung jagung alias maizena
Tepung jagung kerap digunakan karena mudah didapat. Tepung jagung dapat menghaluskan kulit, mengatasi masalah seperti iritasi dan ruam alergi.





cocoa powder


3.coklat bubuk. Coklat bubuk kaya antioksidan, dapat memperbaiki sel-sel kulit yang rusak, merangsang pertumbuhan sel-sel kulit baru serta menghaluskan kulit. Coklat bubuk juga memiliki kemampuan menyerap sinar UV sehingga mencegah kulit terbakar. Itu sebabnya coklat bubuk kerap dijadikan bedak, apalagi dapat memberi kesan warna yang berbeda, lebih gelap, pada bedak.

Ada dua jenis coklat bubuk di pasaran, yang bersifat raw dan alkali. Coklat bubuk raw dihasilkan langsung dari proses pemisahan lemak coklat dari biji coklat. Coklat bubuk ini bersifat lebih asam, sehingga banyak digunakan sebagai bahan kosmetik seperti lulur, lipstik, bedak. Sedang coklat bubuk yang digunakan dalam industri makanan dan minuman bersifat alkali, hasil pemrosesan coklat bubuk raw tadi. Coklat bubuk alkali aman bagi tubuh/lambung dan pencernaan.




bubuk cendana


4.Bubuk kayu cendana. Tak seharum minyak cendana memang, tapi bubuk kayu cendana memiliki banyak manfaat pada kulit. Bubuk kayu cendana membantu mengatasi jerawat, memudarkan bekas luka, noda hitam dan fleks pada wajah, mengecilkan pori-pori, bahkan bisa mengatasi biang keringat, gatal, kulit yang kemerahan dan beragam masalah kulit lainnya. Belum lagi kemampuannya mencerahkan wajah. Itu sebabnya bubuk cendana menjadi pilihan campuran bedak, walau namanya kurang populer di Indonesia.




Jumat, 07 Oktober 2016

Sabun dan Sampo Cair yang Hemat Energi

sampo cair yang dibuat tanpa pemanasan
Biasanya, untuk membuat sabun cair, Anda membutuhkan crackpot atau slow cooker, yang menggunakan energi listrik. Bahan sabun -minyak nabati atau hewani- yang sudah bercampur dengan larutan basa (KOH atau potassium hidroksida) akan ditanak di dalam crackpot selama 6-8 jam agar menjadi cair. Hal ini jelas tidak hemat energi dan menjadi beban jika jika kapasitas listrik di rumah terbatas, atau Anda tinggal di wilayah yang PLN-nya byar pet.

Karena itu, butuh cara lain yang hemat energi untuk membuat sabun cair. Ada dua cara sederhana yang umum dilakukan, yaitu :

Seberapa Efektifkah Sampo Anti Uban?

sampo anti uban padat berbentuk hati


Banyak pertanyaan yang masuk, seberapa efektif sampo anti uban mengembalikan kondisi rambut menjadi hitam seperti semula. Jujur, saya sendiri tak bisa memastikan waktu yang tepat. Ketika membuatnya lebih tiga tahun lalu secara tak disengaja -namanya juga eksperimen- dan menggunakannya untuk keramas 2 hari sekali, rambut saya yang hampir separonya beruban, mulai berwarna kecoklatan setelah 2 bulan keramas. Terutama rambut bagian atas, yang langsung berhubungan dengan sinar matahari. Kini, uban masih ada, masih banyak, tapi berkurang separonya. Lambatnya proses, karena saya tidak selalu menggunakan sampo anti uban. Paling, 2-3 kali sebulan saya keramas menggunakan sampo ini. Sisanya lebih banyak keramas menggunakan cuka kombucha atau sampo produk baru, menjadikan rambut sendiri sebagai kelinci percobaan :P

Ada teman perempuan yang sudah menggunakan sampo ini lebih setahun, begitu juga keluarganya. Menurut pengakuannya, ubannya berkurang banyak, hanya tinggal 1-2 helai, dibanding sebelumnya. Dia juga bercerita, ibunya yang lebih 70 tahun dan berambut putih, kini rambutnya mulai menghitam.

Teman yang lain, lelaki berumur 40 tahunan mengaku, uban di kanan kiri kepalanya mulai menghilang setelah rutin memakai sampo uban setiap kali mandi. Dia keramas 2x sehari, dan sudah memakai sampo ini sekitar setahun. Namun dia bercerita, uban di atas kepala, yang paling tua umurnya, masih ada. Lambaaaat laun berkurang.

Teman yang lain bercerita, kakak lelakinya yang mandi keramas 3s sehari, ubannya berkurang setelah dua minggu menggunakan sampo ini. Bahkan janggut putihnya menjadi hitam kembali setelah disabun dengan sampo ini.

Banyak kisah kesuksesan menggunakan sampo uban di atas, lebih banyak keberhasilan pada lelaki dibanding perempuan. Mungkin karena yang lebih rajin melakukan perawatan rambut memang kaum hawa, dan umumnya perawatan rambut di jaman ini menggunakan produk-produk berbahan kimia. 

Kamis, 11 Agustus 2016

Meninggalkan Rebatching

Di awal menyabun, beberapa kali saya mengolah ulang sabun atau rebatching, seperti yang saya tulis di sini :

http://soap4fun.blogspot.co.id/2015/05/rebatching-membuat-sabun-dari-sabun.html

sabun hasil rebatching


Namun dengan semakin kerapnya membuat sabun, semakin jarang saya melakukan rebatching. Mungkin karena semakin jarang menghasilkan 'sabun gagal', serta menemukan teknik lain yang lebih berguna pada sabun sisa atau scrap sabun.

Menurut saya, rebatching butuh kesabaran, menguras banyak tenaga, termasuk kompor gas, serta hasilnya kurang memuaskan dibanding saat pertama membuat sabun. Itu sebabnya saya meninggalkan rebatching.

Daripada rebatching, saya memilih mengumpulkan sisa-sisa sabun untuk diolah menjadi detergen ramah lingkungan. Caranya dengan membubukkan sis-sisa sabun atau sabun bekas, mencampurnya dengan garam krosok dan soda ash (bukan baking soda). Hasilnya lebih 'maut' ketimbang deterjen yang dijual di toko.

Kadang memang saya mencuci memakai lerak atau garam, namun untuk pakaian berwarna putih dan lembut bahannya, butuh perlakuan khusus. Apalagi jika bepergian, detergen buatan sendiri tampak lebih praktis dan mumpuni.

Rabu, 10 Agustus 2016

Susu dan Sabun


Saya pernah menuliskan tentang sabun susu di sini :

http://soap4fun.blogspot.co.id/2014/12/mewahnya-sabun-susu.html

http://soap4fun.blogspot.co.id/2016/03/sabun-karamel.html

Ada dua macam susu yang biasa saya pergunakan menyabun, yaitu mentega susu dan susu bubuk. Memang di pasaran ada banyak jenis susu, seperti susu segar, susu skim, susu full cream, mentega susu, dan lainnya. Bentuknya ada yang cair atau bubuk. Asalnya bisa dari kambing, domba, sapi, dan lainnya. Namun saya pilih dua jenis susu (bubuk dan mentega susu) karena faktor kelimpahan. Saya kerap mendapat limpahan atau kiriman dua jenis susu tadi yang 'mepet' tanggal kadaluarsanya. Daripada dibuang, mending dijadikan sabun susu.

sabun susu berbahan mentega susu

Membuat sabun susu itu gampang-gampang susah. Kita harus tahu dan tepat waktu kapan mencampurkan susu ke dalam adonan sabun, di awal, pertengahan, atau akhir. Masing-masing cara memiliki teknik khusus, dan tak boleh terlambat dilakukan walau beberapa detik. Telat sedikit, adonan sabun bisa rusak.

Kerap mendapat susu yang melimpah, saya dipaksa membuat sabun susu dengan rasio susu sebanyak-banyaknya, mirip membungkus dan memadatkan susu ke dalam minyak. Karena itu, mencari komposisi minyak pembungkus yang tepat amat diperlukan. Dengan banyak kali praktek, kita akan menemuka cara terbaik dan efektif dalam membuat sabun susu. Tak perlu meniru resep-resep milik orang lain :D

Baik sabun susu karamel (dari susu bubuk) maupun sabun susu berbahan mentega, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, di antaranya :

sabun susu berbahan susu bubuk

Kamis, 28 April 2016

Pengalaman Menyabun di Maluku

membuat sabun pepaya ala huauli

 


Ternyata sangat menyenangkan jika jalan-jalan membawa sangu sabun. Ini saya alami ketika kembali menjejakkan jazirah al muluk, tepatnya di Pulau Seram, Kepulauan Banda, atau saat transit di Pulau Ambon.



Dalam perjalanan lebih 3 minggu ini saya membekali diri dengan sabun pinus, sabun cengkeh, dan minyak mahkota dewa. Saya menduga ketika masuk ke pedalaman, daerah pegunungan Binaiya -terutama di Seram- maka akan banyak menemui kasus penyakit kulit. Ternyata dugaan saya benar. Di Trans Huaulu banyak sekali orang terkena penyakit kulit, baik bayi, anak, maupun orang dewasa dan manula, mulai panu, kadas, kurap, jerawat, kutu air, dan lainnya.

Penyebab penyakit ini antara lain karena kualitas air tanah yang mereka pergunakan sehari-hari untuk mandi, mencuci, bahkan minum tidak layak, dan mereka kurang menjaga kebersihan tubuh maupun rumah.

Kamis, 31 Maret 2016

SABUN CENGKEH

sabun cengkeh dalam berbagai bentuk

Pada awal menggeluti pembuatan sabun, saya kerap bereksperimen dengan rempah-rempah seperti bunga cengkeh, kayu manis, buah pala, fulli, dan lainnya. Saat itu saya mengolah rempah mirip membubukkannya, lalu mencampurnya begitu saja dengan adonan sabun, atau sekedar merebusnya. Itu cara paling sederhana, kasar, dan mungkin hanya memberi manfaat sekejap.

Setelah mengenal minyak esensial, saya coba menggabungkan dua sistem, pencampuran ekstrak rempah lewat minyak esensial, sekaligus 'raw materials' seperti di atas. Karena sabun ditujukan untuk penyembuhan, maka 1-2 macam herbal saja tidak cukup, sehingga dibutuhkan beragam herbal dengan fungsi sama dan saling menguatkan. Ini pondasi pengobatan herbal. 

Pada pembuatan sabun cengkeh kali ini -yang saya tujukan buat oleh-oleh di jazirah al muluk- , saya memanfaatkan minyak hasil penyulingan daun cengkeh, lalu bunga cengkeh yang sudah mengalami proses pemanasan dengan minyak, ditambah beberapa minyak esensial lain seperti eucalyptus, neem, citronela, kemangi dan lainnya.

Fungsi minyak cengkeh bisa dibaca di link ini :
https://www.organicfacts.net/health-benefits/essential-oils/health-benefits-of-clove-oil.html

Sabtu, 26 Maret 2016

Sabun Pinus, Solusi Penyakit Kulit

sabun gatal yang mengandung minyak pinus, minyak mahkota dewa, dan sambiloto
Pinus sebagai penyembuh penyakit kulit sudah dikenal sejak lama.Umumnya, di belahan barat, untuk menyembuhkan penyakit kulit serius seperti eksim, psoriasis, atau pun alergi, orang memanfaatkan tar pinus sebagai obat. Pada pembuatan sabun penyakit kulit pun digunakan tar pinus sebagai salah satu herbal ampuh. Tar pinus diperoleh dari pembakaran kayu pinus yang sudah, kayu yang bisa dijadikan bahan arang.

Sebetulnya semua bagian pohon pinus dapat dijadikan herbal penyakit kulit, tak harus diambil dari tar pinus. Daun pinus yang mirip jarum, runcing-runcing ini misalnya bisa disuling, dan minyak hasil sulingannya menjadi sumber herbal potensial. Tak hanya mengobati gangguan kulit, tapi juga anti bakteri, dan menyembuhkan beragam penyakit dalam. 

Tentang manfaat minyak pinus bisa dibaca di sini :
https://www.organicfacts.net/health-benefits/essential-oils/pine-essential-oil.html

Jumat, 18 Maret 2016

Sabun Karamel


Pembuatan sabun ini murni karena kecelakaan. Seorang teman memberi satu plastik besar susu bubuk sepulang dari mudik. Sabun sebanyak itu buat apa, pikir saya, karena saya tak doyan susu. Buat sabun kan bisa, jawabnya.

Ingin segera menghabiskan susun tersebut, saya buat sabun dengan perbandingan minyak : susu adalah 1:1. Cara pertama ini gagal karena metode pencampuran yang salah serta tidak memperhitungkan kadar lemak dalam susu bubuk tadi. Sabun amat lunak mirip gel.

Kamis, 17 Maret 2016

Mantapnya Sabun Jahe Isi


Sebelum ini saya pernah menuliskan beragam jenis sabun isi, di antaranya adalah sabun jahe isi sabun garam. Sabun ini ternyata mengandung banyak manfaat. Ketika badan teramat lelah, pegal, dan sakit semua, mandi berlama-lama dengan sabun jahe isi sabun garam, ternyata bisa mengurangi pegal, membuat tubuh lebih ringan dan segar.

Kandungan minyak esensial jahe dan bubuk jahe merah dalam sabun ini juga mengobati masuk angin, mengurangi gejala nyeri dan rematik. Jadi, sabun ini enak digunakan pada saat mandi sore hari atau sehabis melakukan pekerjaan berat.

Jumat, 04 Maret 2016

Sabun Isi

Sudah beberapa bulan saya tidak mendaur ulang atau rebatching sabun. Ketimbang rebatching, mending mengolahnya menjadi sabun isi. Lebih menantang dan banyak manfaatnya. Maka saya membuat beberapa jenis sabun, di antaranya :

sabun tanah isi sabun jahe dan sabun neem

Atau membuat sabun penyakit kulit yang ampuh, seperti

sabun mahkota dewa isi sabun garam

Sabtu, 06 Februari 2016

Minyak Wijen, Sabun, dan Kesehatan

salah satu produk minyak wijen lokal asal kota saya :P


Ada satu jenis minyak yang mungkin tak umum digunakan dalam pembuatan sabun, namun saya selalu suka menggunakannya karena fungsi herbalnya yang luar biasa. Dialah minyak wijen, atau sesame oil.

Wijen sendiri bukan jenis makanan langka di Indonesia. Siapa yang tak kenal onde-onde, juga beberapa jenang, keciput, yang selalu bertabur biji wijen. Wijen memang lebih dikenal sebagai pelengkap kudapan. Minyak wijen juga lebih banyak digunakan dalam memasak, khususnya masakan tionghoa. Rasanya belum lengkap kalau memasak tanpa 'dikecrut' minyak wijen.

Banyak manfaat kesehatan yang dikandung dalam biji wijen. Bahkan ribuan tahun lalu, minyak wijen -yang dihasilkan dari biji wijen yang di-press- sudah digunakan sebagai 'minyak ajaib' penyembuh beragam penyakit. Dalam pengubatan ayurveda, minyak wijen digunakan untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah, hepatitis, diabetes, dan migren.

Minyak wijen yang dikonsumsi secara teratur juga mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker kulit, 

Sabtu, 30 Januari 2016

Perkenalkan, Sabun Tanah


sabun tanah isi sabun jahe





Gara-gara bertemu seniman tanah dari Jatiwangi, Majalengka, lahirlah sabun tanah. Pertemuan tidak sengaja ini terjadi di C2O library, Surabaya, saat si seniman, Gorie, baru saja tiba. Lucu melihat mobilnya diisi berdos-dos tanah liat, bahan cookies. Waktu itu langsung terlintas di benak saya untuk meminta barang beberapa genggam tanah. Bukan untuk sabun, tapi bahan pasta gigi.

Kebetulan saya diminta Rumah Intaran di Singaraja, Bali, untuk menghasilkan pasta gigi yang berbahan utama pohon intaran. Media baking soda, bubuk kunyit, bubuk kayumanis, cengkeh, dan bubuk intaran sudah saya coba, namun hasilnya ada yang 'kurang pas', sehingga melihat tanah coklat menggemaskan, hasil saringan lempung 200 mesh yang sudah disangrai pula, saya pun tergerak.

"Kalau lempung bisa dijadikan cookies alias kudapan yang enak, tentu aman dijadikan bahan pasta gigi dan sabun," pikir saya waktu itu.