Sabtu, 13 Desember 2014

Mewahnya Sabun Susu

Saya sempat 'kheki'  saat tetangga mengembalikan sabun zaitun-susu yang dibelinya, minta ganti dengan sabun zaitun -pandan. "Baunya aneh, ada basin-basinnya," kata si tetangga. Saya tertawa, ya sudahlah!


sabun zaitun-susu yang awalnya bikin nggak 'pe-de'


Padahall saya mati-matian memutar otak untuk membuat sabun ini, dan kualitasnya memang oke. Karena susah mendapatkan lemak kakao di kota saya -kalaupun ada harganya melangit- jadi saya comot saja sejenis lemak susu di sebuah toko kue di Jalan Pucang Anom, Surabaya. Beli dua lemak susu dengan kemasan masing-masing 200 gram-an seharga Rp.25.000.

Rabu, 10 Desember 2014

Etalase Bulan Desember

Berikut sabun-sabun yang 'ready stock' untuk bulan Desember :

Sabun zaitun yang berfungsi untuk menghaluskan kulit dan mengatasi kulit kering. Dapat digunakan untuk mandi sekaligus sabun muka. Bahkan, untuk keramas. Ada dua jenis, beraroma pandan dan vanila (keduany berasal dari tanaman). Berbentuk lucu-lucu.



Sabun kokoa, yang berfungsi untuk menghaluskan kulit, menghilangkan bercak-bercak hitam dan bekas luka (strectch mark), serta memberi kelembaban pada kulit. Bentuknya bisa kotak atau lucu-lucu.



Sabun kokoa-susu, berfungsi untuk mengatasi kulit sangat kering.



Sabun zaitun-susu, berfungsi untuk memberi kelembaban ekstra pada kulit, mendinginkan kulit. Bentuknya bisa konvensional/kotak atau lucu-lucu.





Sabun bayi, bisa juga digunakan bagi penderita penyakit kulit seperti psoriasis, eksim, alergi parah. Sabun ini berbahan utama minyak zaitun dan minyak jarak, tanpa bahan pewarna maupun penambah aroma. Sementara tersedia dalam bentuk lucu-lucu.


Sabun/sampo anti uban dan anti rontok. Sementara hanya ada yang beraroma secang, bukan kopi.


Sabun/sampo santan kelapa, berfungsi untuk mengatasi rambut rusak dan menyuburkan rambut.


Sabun 'daur ulang' rempah, yang diolah dari sisa-sisa sabun zaitun dan kokoa, lalu ditambahkan rempah seperti bubuk pala, fuli, kayu manis, cengkeh, minyak sereh, dan bubuk secang. Berfungsi untuk menghangatkan kulit serta mengurangi pegal-pegal. Cocok untuk daerah dingin.




Minggu, 07 Desember 2014

Sabun plus Sampo

Saya menyukai ide ini saat membayangkan bisa mandi sekaligus keramas hanya dengan sebatang sabun berbentuk padat. Jadi saya pun rajin belajar dari Mbah Google yang menyajikan blog-blog sabun lengkap dari penjuru dunia, serta ebook tentang sabun, berbayar atau tidak.
sabun-sampo berbahan tambahan santan kelapa, untuk memperbaiki kerusakan rambut


Seperti biasa, ketrampilan membuat sabun hanya didapat lewat dua cara. Memahami detil teori lalu mempraktekkannya dengan benar, mengikuti pedoman dasar cara membuat sabun.

Ada beberapa hal yang saya pelajari dari literatur via internet tentang sabun-sampo ini, yaitu :
1.menggunakan superfat 8%, artinya kandungan minyak/lemak dalam sabun itu cukup tinggi, sehingga tak membuat rambut kering.
2.entah mengapa resep-resep sabun-sampo itu selalu mengandung minyak zaitun dan minyak jarak.

Senin, 01 Desember 2014

Sabun dan Fotografi

Kenapa sabunmu tampak lebih indah di foto ketimbang aslinya? Seorang kawan bertanya, saya menjawabnya dengan tertawa.

Karena yang saya lakukan masih berkaitan dengan proyek 100 sabun, maka saya harus mendokumentasikan setiap sabun yang saya buat. Bahkan, jika itu sabun hasil dari pengurangan resep.

Biasanya saya memotret di pagi hari, saat matahari baru muncul dan tidak terlalu panas, antara pukul 05.30 hingga 8.00. Saya letakkan piring -saya biasa menggunakan piring-piring melamin - yang berisi sesabun pada salah satu kaca jendela di kamar. Saya biarkan cahaya matahari menimpa sesabun, melihat efeknya pada kamera, baru memotretnya.

Kamis, 27 November 2014

Sabun dan Penyakit Kulit


Suatu hari seorang kawan -yang tak pernah berjumpa, namun kerap berkomunikasi lewat fesbuk- menghubungi saya. "Mbak, saya mau beli sabunnya. Kulit anak saya alergi dengan sabun biasa....." Banyak dia berkisah, di antaranya dia tinggal di kota tetangga, sedang melanjutkan studi di kota tempat saya tinggal, dan sedang hamil anak kedua. Saya tak ingin dia membeli sabun buatan saya, maka saya buatkan ramuan sederhana buat anaknya. Sabun buat kulit sensitif berbahan minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak wijen, serta air rendaman daun sirih. Berharap si ibu muda mau meluangkan waktu untuk membuatnya sendiri.
sabun anti bakteri dan jamur

Beberapa kali dia melaporkan hasil pekerjaannya. Katanya, baru di ujicoba ketiga sabunnya mau mengeras. Namun, walau tidak mengeras di ujicoba sebelumnya, sabun tetap dikonsumsi oleh suami dan anaknya. "Kulit anak saya sekarang sudah halus, tidak alergi lagi. Jerawat di punggung suami saya pun menghilang," begitu lapornya kali terakhir.
Saya gunakan ketiga bahan di atas -minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak wijen- selain murah, juga mudah didapat, dan memiliki khasiat tertentu. Minya kelapa misalnya dikenal mampu menghaluskan dan memberi kelembaban kepada kulit. Minyak ini juga berfungsi sebagai antioksidan, sekaligus penghasil busa dalam bentuk fisik persabunan. Minyak sawit dikenal membuat sabun stabil, tahan lama, tidak rapuh, dan kuat. Jadi, walau banyak aktivis menyatakan anti sabun sawit terkait dengan isu lingkungan, saya tetap menggunakannya. Fungsi minyak sawit dalam persabunan hanya bisa digantikan oleh lemak babi dan lemak sapi. Kaum vegan, tentu lebih memilih sawit ketimbang lemak hewani.
Minyak wijen memiliki khasiat penyembuh yang sudah dikenal ribuan tahun lalu. Selain anti bakteri dan jamur, minyak wijen mampu menahan gempuran sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari sehingga bagus sebagai tabir surya, menyembuhkan luka, menghaluskan kulit kasar, dan masih banyak lagi. Khasiat minyak ini mirip triclosan, zat kimia yang ditambahkan kepada sabun-sabun pabrik berlabel anti bakteri dan jamur.

Senin, 24 November 2014

Ke Mana Harus Belajar Membuat Sabun?

Pertanyaan ini kerap dilontarkan kolega, kawan, kenalan lima menitan. Pertanyaan seperti , "Mbak, dulu belajar membuat sabun di mana sih?" atau 'Gimana caranya membuat sabun, ajarin dong!"

Sejujurnya, saya belumlah layak mengajari mereka. Ilmu 'menyabun' saya belum cukup luas, baru awal tahun ini saya berkenalan lebih intim dengan sabun. Saya tak punya kesabaran yang cukup untuk mengajar. Apalagi, saya kan belajar secara otodidak, 'ngeyel' bisa, melakukan eksperimen sendiri, menjadikan diri sebagai kelinci percobaan, dan hasilnya.. di luar dugaan.
sabun 'cinta' saya, mungil, bergizi -karena terbuat dari extra virgin olive oil- dan mumer alias tidak dijual :P


Di luar sana, baik di dunia nyata maupun maya, banyak tempat yang layak untuk belajar langsung tentang sabun. Misalnya link di bawah ini,

1. http://7cact.us/content/SOAP-MAKING-CLASSES

7cactus menawarkan kursus membuat sabun selama 3 jam, mulai teori dasar hingga praktek. Tentu saja kursus ini berbayar dan tidak murah. Bahan dasar membuat sabun kan mahal, lagipula Anda bisa membawa sabun karya Anda ke rumah, plus dipinjami alat selama kursus. Sayangnya saya tinggal di timur, bukan ibukota, jadi tidak sempat mencicipi kursus ini :(

2. http://bina-usaha-mandiri.com/node/548

Bina Usaha Mandiri kerap mengadakan kursus cara membuat sabun, baik di Surabaya maupun Jakarta. Namun saya belum pernah ikut kursus mereka, karena aliran kami berbeda. Saya pengikut aliran alami, herbal. BUM lebih ke produk sabun kimia :P

Jumat, 07 November 2014

Produk Sabun Nabati Karya Tangan

Selama 6 bulan terakhir, saya mencoba menciptakan sabun herbal yang sesuai dengan kulit orang lokal -Indonesia- dengan bahan lokal. Jadi tak sekedar njiplak resep orang, entah didapat dari internet atau nyolong tetangga. Sabun-sabun ini saya pakai sendiri untuk membuktikan keampuhannya. Kadang keluarga saya : keponakan, adik ipar, ibu, tetangga samping rumah, ikut menggunakannya. 

Berikut sabun-sabun yang telah saya buat :

1. Sabun kakao
Bahannya 50% cocoa butter, sisanya dapat berupa minyak kelapa, minyak sawit, minyak wijen, minyak jarak, dan lilin lebah tergantung suasana hati dan keluhan konsumen yang memesan :D
Fungsi utama sabun kakao untuk menghaluskan kulit, khususnya wajah, mengurangi dan menghilangkan bercak hitam, bekas luka parut, luka bekas jerawat, gigitan nyamuk, mencerahkan kulit -namun bukan memutihkan-, dan memberi kelembaban kulit. Pemakai sabun kakao umumnya tidak lagi membutuhkan handbody lotion. Efek sabun segera terlihat setelah beberapa kali  pemakaian :D

Jumat, 10 Oktober 2014

Sabun untuk Penginapan

Ketika tinggal di Munduk, seorang kawan meminta saya membuatkan sabun untuk penginapan miliknya. Umumnya sabun yang disediakan di hotel, homestay, atau villa, bentuknya kecil dan kemasannya luks. Namun ketika dibuka, aromanya menyengat. Ciri khas sabun murahan yang dibuat dari minyak sawit dan parfum murahan. Jika mandi memakai sabun semacam ini, coba goreskan kuku ke kulit setelah kering, pasti akan tercipta garis putih. Sabun ini membuat kulit harum, namun kering dan bersisik. 
sabun buatan sendiri yang sudah dipotong-potong namun belum dikemas

Sabun ala penginapan memiliki ciri khusus. Ukurannya kecil, sekitar 10-15 gram bobotnya, karena ditujukan buat pemakaian jangka pendek, misalnya 1-2 hari. Tak jarang, usai dipakai, sabun pun dibuang. Kerap malah tamu ogah melirik sabun 'murahan' ini. Mereka memilih membawa sabun sendiri. Namun ada juga tamu yang hobi mengantongi serta membawa pulang sabun yang diberikan hotel (termasuk saya, haha). Sebagai kenang-kenangan. 

Kondisi di atas menantang saya untuk membuat sabun dari bahan lokal, yang layak pakai, tidak murahan, tidak membuat kulit kering, cocok menjadi buah tangan tamu yang menginap, serta membuat mereka sayang pada sabun tersebut, sehingga mau memakainya sampai titik penghabisan.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Sabun Cuci dari Minyak Jelantah

Minyak bekas menggoreng atau biasa disebut minyak jelantah biasanya dibuang. Padahal minyak jenis ini -biasanya dari minyak sawit- selain mengandung lemak jenuh dan super jenuh, juga sulit diurai oleh lingkungan. Kali ini iseng saya coba mengolah minyak jelantah untuk sabun. Namun pada awalnya saya batasi pada minyak bekas menggoreng makanan non daging dan ikan, misalnya bekas menggoreng kentang, yang banyak terkumpul pada restoran fastfood.
sabun cuci dari minyak sawit bekas :D


Untuk menentukan larutan soda api (air dan soda api), saya menggunakan perhitungan bahwa minyak jelantah saya golongkan sebagai minyak sawit.

Bahan :
minyak jelantah (bekas menggoreng kentang) 800 gram
air  200-300 ml (saya memakai 260 ml)
soda api 107,88 gr (saya pakai superfat 5%)
kopi bubuk 2 sendok teh
minyak esensial setengah sendok teh

Jumat, 03 Oktober 2014

Selimut untuk Sabun

'Kamu punya plastik bekas wadah biskuit, minuman ringan seperti sari apel atau agar, atau bekas makanan?"

"Punya."

"Bagus. Itu bisa buat cetakan sabun. Juga kardus bekas bolam, odol, teh, dan sebangsanya. Oya, ada kardus sepatu nggak?"

"Nanti saya cari di gudang."

"Oke. nanti buat wadah pengeraman cetakan sabun. Penting itu."

"Oke, nanti saya cari. Apalagi?"

"Ada gombal bekas, kain bekas, bisa selimut atau pel-pelan."

"Ada, banyak."

selimut memegang peranan penting dalam pembuatan sabun :D

Ketika sambang kawan yang ngebet belajar membuat sabun itu, saya melongo. Tak ada wadah plastik bekas biskuit atau makanan ringan. Akhirnya kita memakai plastik wadah bumbunya. Untung dia memiliki kardus sepatu, yang dapat dimasuki si cetakan sabun itu. 

Rabu, 01 Oktober 2014

Aroma dalam Sabun

Ada orang yang merasa belum mandi kalau belum memakai sabun yang wangi baunya. Itu sebabnya orang pun berlomba-lomba membeli sabun 'wangi'. Padahal sabun wangi tak selalu baik buat kulit, apalagi kulit muka. Mereka yang memiliki kulit peka, gampang terkena alergi seperti gatal-gatal, kemerahan, perih jika terkena sedikit panas atau polusi, sebaiknya menghindari sabun berpewangi. Apalagi jika pewangi yang dipakai berasal dari parfum. Andai menyukai sabun berpewangi, pilihlah pewangi yang berasal dari minyak esensial.
minyak esensial buatan sendiri


Beberapa pembuat sabun rumahan lebih suka membuat sendiri minyak esensial dengan cara infus. Selain lebih alami, juga murah harganya. Cara membuat minyak esensial cukup mudah, seperti yang dapat dibaca pada link berikut ini: http://www.instructables.com/id/How-to-make-Infused-Oil/

Saya kerap membuat minyak esensial sendiri, untuk aroma sabun yang saya produksi. Biasanya saya menggunakan tabung-tabung gelas kecil bekas cat poster yang sudah saya cuci dan rebus dengan air panas. Tabung gelas kering ini saya isi dengan irisan bunga kamboja atau bunga melati segar, lalu saya siram dengan minyak zaitun. Tabung kemudian saya tutup rapat, jemur di dekat jendela selama 2 minggu. Begitulah minyak esensial infus saya dapatkan.

Selasa, 30 September 2014

Sabun Cuci Kelapa

Apa mungkin membuat sabun dari satu jenis minyak saja? Seorang kawan pernah bertanya, dan saya jawab mungkin. Salah satu jenis minyak yang paling kerap saya jadikan sabun adalah minyak kelapa. Sabun kelapa favorit saya adalah sabun kelapa untuk mencuci.
sabun cuci kelapa buatan sendiri


Mengapa saya begitu suka sabun cuci kelapa? Ini beberapa alasannya:

1.Pembuatannya cepat, tidak butuh waktu lama untuk mengeras, walau butuh lama untuk mengangin-anginkannya agar 'aman' dipakai.

2.Mencuci dengan sabun kelapa tidak membuat tangan panas, gatal, atau alergi. Itu sebabnya ibu saya suka sekali mencuci dengan sabun ini :D

3.Sabun cuci kelapa kaya busa, dan ampuh sebagai pengganti bayclin. Pakaian atau kain putih, kain mangkak, menjadi putih kembali setelah beberapa menit direndam dengan sabun kelapa.

Minggu, 28 September 2014

Membuat Sabun Coklat


Sabun pertama yang saya buat dan langsung memberi hasil menawan adalah sabun coklat. Bahan utama sabun ini lemak kakao, sedang bahan tambahannya minyak sawit dan minyak kelapa. Berikut satu dari banyak resep saya membuat sabun coklat:
salah satu jenis sabun coklat dengan toping kayu manis
 
Bahan :
lemak coklat 300 gram
minyak kelapa 150 gram
minyak sawit 200 gram
soda api untuk superfat 5% : 92,09 gram
air : 198 ml



Cara membuat:
1.timbang soda api, lalu masukkan sedikit demi sedikit soda api ke dalam cawan gelas berisi air dan aduk. Air dalam cawan akan menjadi panas dan keruh sesaat. Lakukan dengan hati-hati, agar kulit tidak terbakar
2.panaskan lemak coklat, campur dengan minyak kelapa dan minyak sawit dalam wadah plastik, aduk hingga bercampur sempurna.

Sabtu, 27 September 2014

Membuat Sabun Sendiri (2) : Komposisi Bahan

Kerap orang mengeluh, 'sabun ini kok keras ya?' atau 'sabun itu lengket di kulit'. Bisa juga terdengar keluhan 'sabun merk anu bikin kulit kering', atau pujian 'sabun merk inu membuat kulitku bercahaya'. 

Banyak faktor yang membuat sebatang sabun begitu menawan, mengerikan, atau jadi obat di kulit. Satu faktor yang cukup penting adalah komposisi bahan pembuat sabun.

Sabun yang baik -berdasar salah satu blog sabun di bawah- harus memenuhi tiga unsur:  
1.kekerasan, kestabilan, dan tahan lama
2.menciptakan busa
3.mengandung pelembab, sehingga tak membuat kulit kering

sabun kacanghijau yang melembabkan


Jika 'dibumikan' dengan kondisi di tanah air, unsur pertama dikandung oleh minyak sawit. Sedang unsur kedua dikandung oleh minyak kelapa dan minyak jarak. Unsur ketiga dikandung oleh minyak zaitun atau lemak coklat.

Membuat Sabun Sendiri, Mengapa Tidak?

"Mengapa harus membuat sabun sendiri?" Begitu tanya seorang kawan suatu hari.

Saya berpikir sejenak, sebelum menjawab bijak. "Kulit saya gampang kena alergi. Sedikit di udara berdebu, sudah gatal-gatal. Penampilannya pun bersisik, mirip ikan asin."

Itu baru soal sabun mandi. Saya juga alergi jika memakai sabun cuci secara terus-menerus. Tangan jadi kasap, kadang melepuh jika mencuci pakai tangan terlalu banyak. Itu sebabnya saya beralih ke lerak kemudian, sebelum dapat membuat sabun cuci kelapa.
minyak kelapa, minyak jarak, dan sawit curah
Banyak hal yang menyebabkan alergi. Selain udara, debu, serbuk tanaman, juga paparan bahan kimia yang berlangsung terus-menerus.

Sabun buatan pabrik yang harganya murah dibuat tak semata berbahan minyak nabati atau lemak hewani, tapi juga dicampur dengan bahan kimia lainnya seperti parfum, bahan pengawet, pewarna kimia dan lainnya. Umumnya sabun pabrikan tak memanfaatkan soda api, namun sodium lauret sulfat yang sulit diuraikan oleh lingkungan. Itu sebabnya saya beralih ke sabun nabati -berbahan minyak tumbuhan-, dan memilih membuatnya sendiri karena harga sabun nabati murni di pasaran cukup mahal.

Membuat sabun sendiri itu mudah, asal mau tekun dan sabar. Apalagi Indonesia kaya dengan minyak nabati. Minyak sawit yang biasa dijadikan minyak goreng misalnya, harganya sekitar Rp.12.000/liter yang ber-merk, dan Rp.10.500/liter untuk jenis minyak curah.

Membuat Sabun Sendiri (1) : Persiapan ALat dan Bahan

Membuat sabun sendiri bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Namun sebelum memulai kerja, ada hal-hal yang harus dipersiapkan. Di antaranya adalah mempersiapkan alat dan bahan, seperti :

1.soda api, bisa NaOH atau KOH. Soda api sebaiknya dibeli di toko bahan kimia, bahan bangunan, termasuk toko pipa. Harganya berkisar antara Rp15.00-Rp.22.000 per kilogram. Soda api biasa digunakan untuk melancarkan pipa yang mampet.

2.cetakan sabun, bisa berupa kardus odol, kardus sabun bekas, kardus HP, plastik cetakan agar-agar. Jika menggunakan kardusatau karton, sebaiknya  dilapisi plastik pada bagian luarnya agar tidak bocor. Untuk itu dibutuhkan isolasi plastik bening sebagai pelekat.
cetakan dari wadah plastik bekas sari apel

3.tempat menyimpan cetakan, bisa berupa kardus sepatu, laci lemari kayu.

4.handuk atau kain bekas untuk membungkus kardus sepatu. Tujuannya untuk  menjaga kardus tetap hangat sehingga proses saponifikasi berjalan optimal.

5.wadah adonan sabun, bisa berupa wadah beling atau plastik yang cukup tebal.