Jumat, 18 Maret 2016

Sabun Karamel


Pembuatan sabun ini murni karena kecelakaan. Seorang teman memberi satu plastik besar susu bubuk sepulang dari mudik. Sabun sebanyak itu buat apa, pikir saya, karena saya tak doyan susu. Buat sabun kan bisa, jawabnya.

Ingin segera menghabiskan susun tersebut, saya buat sabun dengan perbandingan minyak : susu adalah 1:1. Cara pertama ini gagal karena metode pencampuran yang salah serta tidak memperhitungkan kadar lemak dalam susu bubuk tadi. Sabun amat lunak mirip gel.


mirip brownis, tapi bukan dimakan, hanya dibuat mandi


Sabun gagal pun didaur ulang dengan cara berbeda. Kini dibuat sabun baru dari campuran beberapa minyak, plus pemberian sodium hidroksida yang memperhitungkan lemak susu sebelumnya.  Cara kedua rupanya berhasil, sehingga terbentuklah sabun karamel. 

Mengapa warnanya hitam? Karena susu bubuk produk Indonesia, terutama produksi petani susu, ternyata sudah dicampur gula. Jika Anda terbiasa membuat susu karamel dari susu kental manis yang dipanaskan, maka pembuatan sabun karamel serupa, memanfaatkan susu bubuk yang sudah bergula dengan proses dingin. 

Walau warnanya hitam dan aroma mirip karamel, namun sabun ini belum dijamah semut hingga saat ini. Entah nanti. Fungsi sabun karamel, seperti sabun susu pada umumnya adalah membuang kulit mati, mencerahkan sekaligus melembabkan dan menghaluskan kulit.

Apakah sabun ini berbahaya? Jika Anda makan mungkin berbahaya, tapi jika sekedar dibuat mandi tidak masalah.

Salam,

Tidak ada komentar: