Selasa, 17 November 2015

Sabun Jahe


Jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum rhizoma) merupakan salah satu rempah andalan nusantara selain pala, lada, kayumanis, cengkeh. Khasiat jahe merah antara lain sebagai pereda nyeri dan pegal linu, pembangkit nafsu makan, penghalau masuk angin, dan menghangatkan badan.

Terinspirasi oleh khasiat di atas, khususnya kemampuan jahe merah meregenerasi sel-sel kulit, pereda nyeri dan rematik, mengobati pegal linu, maka dibuatlah sabun jahe yang memanfaatkan seperti minyak zaitun, minyak kelapa, minyak kanola, minyak kedelai, tumbuhan jahe merah, intaran, kunyit sebagai pewarna, dan beberapa minyak esensial seperti serai wangi dan lemon.

Sabun jahe selain membersihkan dan melembabkan tubuh, juga menghangatkan, mengurangi pegal, linu, nyeri otot, sehingga cocok digunakan mandi mereka yang sedang sakit, kaum manula, atau yang tinggal di tempat berhawa sejuk.

Tak ada salahnya, tinggal di daerah tropis memanfaatkan rempah tropis dalam kemasan sabun, kan?

Salam sehat,



Sabtu, 07 November 2015

Indahnya Sabun Daur Ulang

sabun daur ulang yang lembut di kulit, busanya krimi, dan teksturnya tahan lama.

Seorang pelanggan mengembalikan sabun-sabun yang dibelinya saat awal-awal saya membuat sabun. Alasannya, tidak cocok dengan jenis kulitnya. Ada sabun canola, sabun/sampo kopi, dan sabun susu. Bentuk para sabun ini memang tidak elok, karena saya belum menggunakan cetakan silikon -yang mahal itu- dan masih memanfaatkan plastik bekas wadah kue. Umur para sabun ini lbih 6 bulan, bahkan ada yang setahun.

Sabun-sabun seberat 500gr ini sudah sangat keras, sehingga sulit jika diiris tipis-tipis. Jadi saya rendam saja ke dalam air hangat selama 2 hari 3 malam. Setelah empuk, saya 'remat-remat- dengan jari tangan, mirip membuat adonan untuk roti. Setelah itu saya tambahkan teh bunga kamboja, saya panaskan di atas api kecil, dan saya tambahkan beberapa tetes vanili cair. Baru kemudian dicetak dalam bentuk 4 mawar besar dan 8 hati, tunggu sampai dingin lalu masukkan freezer semalam sebelum dilepas dari cetakan. 

Kini, sebulan berlalu, sabun 'daur ulang' ini jadi sabun andalan menghadapi cuaca kota Surabaya yang bisa mencapai 36 derajad C. Saya tak segan mandi 3-4 kali sehari menggunakan sabun 'buruk rupa' ini, karena tak membuat kulit kering, bersisik, apalagi menebal dan gosong.Teksturnya mantap, tahan lama, tidak terlalu lembut di tangan, tapi menghasilkan busa banyak dan 'creamy', dan melembabkan kulit. Mungkin karena pengaruh susu. Yang jelas, setelah sabun berbahan cocoa butter, ini sabun favorit saya.

Minggu, 04 Oktober 2015

Mengapa Sabunmu 'Telanjang'?

sabun yang telanjang


Saya sering ditanya mengapa sabunnya dibiarkan telanjang begitu saja, hanya dililit plastik tipis, tidak dibungkus dengan kertas atau kotak yang bagus, dilabeli, seperti sabun-sabun yang dijual massal di toko, swalayan, atau pasar? Kan kelihatan indah, lagipula penampilan yang indah bisa mendongkrak harga. Namun tahukah Anda kalau penampilan yang indah juga bisa meningkatkan ongkos produksi hingga 30%?

Saya tahu itu. Label, bungkus, bisa meningkatkan nilai jual sabun, baik harganya meningkat maupun pembelinya bertambah banyak. Namun saya juga ingat, tujuan awal saya membuat sabun bukan untuk produksi massal, dijual, menjadi industri -walau skala rumah tangga. Tujuan awal saya menyabun untuk mengobati kulit saya yang sensitif, kusam, gampang terkena alergi akibat bahan kimia dan polusi udara yang menjadi-jadi.

Ketika saya merasakan manfaat sabun buatan sendiri, lalu membaginya kepada orang lain yang merasakan manfaat yang sama, maka orang mulai memesannya. Tujuan mereka tentu saja awalnya sama seperti saya, mengobati diri sendiri. Mungkin karena saya kerap posting foto sabun di FB, yang coba-coba 'mengincipi' sabun saya pun mulai banyak. Dari membeli 1-2 batang sabun, lalu menjadi kiloan. Tidak masalah sepanjang saya mampu dan mau mengerjakannya. Namun adakalanya, saya tidak hendak menghabiskan seluruh waktu saya dengan menyabun. Saya butuh bepergian, melakukan penelitian di luar, menulis, membuat laporan, belajar, atau melakukan meditasi secara intensif. Acara menyabun harus berhenti sementara waktu. Bukankah orang harus mengisi dan menjalani hidupnya seefektif mungkin dengan gembira?

Kamis, 24 September 2015

Sabun Mahkota Dewa

sabun yang mengandung ekstrak buah mahkota dewa


Sabun mahkota dewa

Suatu hari saya membeli minyak made -istilah minyak mahkota dewa- dari klinik Ny Ning Harmanto, PT Mahkotadewa Indonesia. Saya berencana membantu penyembuhan bayi umur 8 bulan yang terkena alergi parah. Bayi ini tinggal di sebuah gang sempit di Keputran, Surabaya. Karena beragam alergi yang dideritanya, termasuk alergi susu, tubuhnya dipenuhi aneka bisul dan eksim. Ibunya hanya memberinya minum air gula. Maka, selain memberi bantuan susu soya, saya memberinya minyak made yang berfungsi antara lain mengobati luka, eksim, jerawat, kurap, kutu air. Setelah diolesi minyak made, gatal-gatal si bayi pun berkurang.

Saya juga memberikan minyak made kepada seorang kakek penderita tumor telinga yang lukanya sudah merambat ke kulit kepala. Kakek ini mendapat perawatan pembersihan luka seminggu sekali di puskesmas. Setelah sebulan diolesi minyak made -hanya sekali seminggu- luka di kulit kepala kakek menghilang, berganti kulit baru berwarna kemerahan. 

Minggu, 13 September 2015

Etalase September : Bermain dengan Pepaya dan Intaran


Lama tidak menulis, sebetulnya saya sedang melakukan ujicoba untuk menghasilkan sabun baru, di antaranya :

1.Sabun pepaya





Pepaya sejak berabad lalu menjadi obat favorit suku-suku di Amerika latin. Enzim papain dalam pepaya tak hanya berperan dalam proses pencernakan, pengempukan daging, tapi juga sebagai anti racun dan penyembuh berbagai penyakit kulit.
Sabun pepaya memanfaatkan ekstrak buah pepaya sekaligus minyak biji pepaya, serta beberapa minyak esensial seperti intaran, teatree, ciderwood, atau lemon. Fungsinya selain menghaluskan kulit, menyembuhkan luka, plus menghilangkan bekas luka dan flek-flek yang dalam.

2.Sabun Zaitun -Lavender

Sabun zaitun lavender menggunakan bahan tambahan bubuk secang, minyak esensial lavender dan ciderwood. Fungsinya untuk mengurangi gejala alergi, baik untuk kulit sangat sensitif, dan melembabkan kulit serta menenangkan.

3.Sabun plus Sampo Mint


Mengandung bahan tambahan teh daun intaran, minyak esensial pepermint dan ciderwood. Sabun/sampo ini berfungsi mengobati infeksi kulit, gatal-gatal dan ruam alergi, mencegah rambut rontok dan ketombe, mendinginkan kulit dan kulit kepala, melembabkan, menghaluskan, serta mencerahkan kulit.
Tapi saya tak menyarankan mereka yang terbiasa menggunakan cat rambut berbahan kimia untuk memakai sampo ini, sebab akan membuat rambut lengket.

4.Sabun Intaran


 Sabun ini saya ciptakan untuk Rumah Intaran. Berbahan pedesaan seperti minyak kelapa tradisional, santan, dan teh intaran, sabun bisa digunakan sebagai sabun muka, badan, sekaligus sampo. Fungsinya untuk membersihkan, menghaluskan, mengurangi gatal-gatal di kulit akibat jamur dan virus, serta mencegah rambut rontok dan ketombe. Sensasinya begitu krimi dan menyegarkan.