Rabu, 30 Agustus 2017
Sabun Kacang Si Pengangkat Komedo
Disebut sabun kacang karena bahan utamanya minyak kacang, bukan minyak zaitun atau kelapa. Kebetulan, suatu hari saya terhipnotis melihat seorang ibu yang membuat minyak kacang dari kacang tanah yang dikuliti. Kacang tanah kering tanpa kulit ini diblender dengan air, lalu diendapkan semalam. Minyak yang naik diangkat dan menjadi minyak kacang. Aromanya, kacang banget :P
Minyak kacang memiliki fungsi penting bagi kesehatan kulit dan rambut, diantaranya :
1.sebagai minyak pajat, minyak kacang mampu melancarkan peredaran darah
2.untuk mengobati jerawat, apalagi jika dicampur jus jeruk dan dijadikan masker wajah :P
3.melembabkan dan mengobati kulit kering.
4.mengobati ruam-ruam kemerahan pada bayi akibat penggunaan popok dan alergi.
5.melembabkan dan membersihkan puting susu ibu yang menyusui
6.mengangkat komedo di daerah T
7.melembabkan bibir dan mengobati bibir pecah-pecah.
8. mengobati ketombe
9.menumbuhkan dan menyuburkan rambut.
Sifat-sifat di atas -terlepas dari aroma kacangnya yang menyengat- membuat saya bereksperimen dengan minyak kacang, membuat aneka sabun kacang. Ada yang saya campur dengan fermentasi pepaya, lemak kakao, maupun cengkeh. Hasilnya sama saja, jika dijadikan sabun muka, membuat komedo terangkat dari wajah. Jika dijadikan sabun mandi, bintil-bintil akibat biang keringat, alergi, maupun jerawat di punggung pun menghilang.
Mumpung kacang tanah melimpah di tanah air, dan begitu banyak orang yang bermasalah dengan jerawat dan komedo, maka saya kembangkanlah sabun kacang. Carpe Diem !
Rabu, 29 Maret 2017
Sampo Kopi yang 'Moody'
![]() |
| sampo kopi batangan |
Seperti kata teman saya Sofie -yang juga menjadi reseller sampo kopi- sampo kopi awalnya dirancang dalam bentuk padat, yang berfungsi menghentikan pertumbuhan uban baru, dan mengurangi uban yang sudah ada. Karena terbuat dari bahan alami, khasiatnya baru terasa beberapa lama setelah pemakaian. Tidak instan. Dan selama pemakaian, pengalaman satu dan lain orang akan berbeda. Ada yang langsung merasakan rambutnya lembut, enak, tidak gatal atau rontok. Ada pula yang merasakan rambutnya menggumpal, kusut, dan semakin rontok.
Pada perkembangannya, sampo kopi tak hanya mengurangi dan menghentikan pertumbuhan uban, tapi juga menghilangkan ketombe dan mengatasi rambut rontok. Bahkan pada pemakaian yang teratur dan cukup lama, rambut pemakainya akan menyubur, mengkilat, dan lembut. Botak di kepala pun perlahan akan tertutupi oleh rambut.
Sehebat itukah manfaatnya? Kalau saya bilang iya, tentu ini promo berlebihan. Padahal saya tak sedang mengejar pembeli. Menyabun dan menyampo harus dilakukan dengan bahagia, senang, dan memberi kesegaran pikiran.
Sebagian pemakai sampo kopi merasakan manfaat di atas. Uban berkurang, ketombe menghilang, rambut menjadi tebal dan banyak. Sebagian lain tidak, bahkan datang dengan banyak keluhan, penuh tuduhan. Mengapa?
1.Jika memiliki rambut sehat, Anda tak membutuhkan sampo kopi. Rambut Anda sudah cukup memproduksi minyak sendiri, melindungi tiap helainya dari teriknya sinar matahari, dan melindungi kulit kepala dari kejamnya cuaca. Anda hanya harus merawatnya secara teratur. Keramas secara teratur, sesekali memanjakannya dengan hairtonik atau pelembab rambut. Anda juga harus menjaganya dengan asupan gizi khususnya vitamin A dan B yang cukup.
Kalau rambut Anda sehat, lalu menggunakan sampo kopi -yang mirip suplemen tambahan dalam makanan- maka akan ada kelebihan produksi minyak di rambut. ALih-alih rambut bertambah sehat, justru terjadi penumpukan minyak di kulit kepala. Hasilnya adalah ketombe, gatal.
Saran saya, kalau rambut sudah sehat dan menginginkan perawatan rambut alami, keramas saja dengan cuka apel, baking soda, atau jeruk nipis. Sesekali beri vitamin rambut seperti jus lidah buaya, jus buah amla, dan sebagainya. Atau beri rambut dengan minyak nabati ala zaitun, soya, namun dalam jumlah terbatas. :P
Jumat, 10 Maret 2017
Membuat Sampo Cair Tanpa Soda Api
![]() |
| sabun zaitun bahan sampo |
Saya sering mendapat pertanyaan, apakah membuat dan menjual sampo cair. Karena lebih mendalami 'cold process' dalam membuat sabun, saya tidak membuat sabun atau sampo cair secara khusus. Alasan saya, mencari cara yang lebih hemat energi, hemat tenaga listrik khususnya. Dalam 'cold process' kita biarkan sabun memadat secara alami, tanpa bantuan apapun, hanya menyerahkan kepada udara dan iklim setempat.
Pada pembuatan sabun cair, digunakan teknin 'hot process', yaitu dengan memanaskan adonan minyak+KOH dalam 'crockpot' selama beberapa jam. Cara ini jarang saya gunakan, karena keterbatasan listrik di rumah. Selain itu, bea produksi menjadi mahal. Setidaknya 100ml sampo atau sabun cair harus dijual Rp.40.000 baru dapat untung.
Namun, bukan berarti tak ada cara membuat sampo cair yang lain. Dengan memanfaatkan sabun zaitun padat, kita bisa membuat sampo cair sesuai kebutuhan. Sebelum membuat sampo cair, perhatikan aturan berikut:
1.Perhatikan komposisi sabun zaitun yang dipergunakan, sebaiknya sabun hanya terbuat dari minyak zaitun, atau minyak zaitun dan minyak jarak, atau minyak zaitun, minyak jarak dan minyak kelapa.
2.Sabun tidak mengandung gliserin tambahan, parfum, pengawet, pewarna, ekstrak atau bahan kimia tambahan lainnya, agar proses pemanasan berjalan lancar dan sabun tidak menggumpal setelahnya.
3.Dianjurkan sabun zaitun yang tak beraroma, apalagi jika nanti sampo hendak dipergunakan oleh anak-anak dan bayi. aroma pada sabun, baik yang berasal dari parfum, minyak esensial, atau pewangi, kerap membuat mata pedih.
![]() |
| sampo cair yang dibuat tidak jernih karena bukan hasil 'hot process' |
Cara membuat sampo cair :
Minggu, 26 Februari 2017
Sekedar Info Sabun Herbal
| sabun mahkota dewa, contoh sabun herbal |
Apa itu sabun herbal?
Sabun yang dapat mengurangi, bahkan menyembuhkan, gangguan atau penyakit kulit, misalnya : jerawat, gatal, ruam, panu, kadas, kurap, herpes, keputihan, bau badan, hingga penyakit kelamin.
Mengapa dapat mengurangi, bahkan menyembuhkan gangguan pada kulit (dan kelamin)?
Karena mengandung ramuan herbal.
Apa itu ramuan herbal?
Ramuan yang dikandung oleh sumber-sumber alam, dapat berupa tanaman, hewan, tanah, batu, dan sebagainya.
Apa saja ramuan herbal pada sabun?
1.ramuan yang dikandung oleh penyusun utama sabun (minyak dan lemak penyusun sabun)
2.ramuan tambahan, yaitu yang sengaja ditambahkan pada sabun, dapat berupa aroma, warna, maupun bahan tambahan lainnya.
Apa yang dimaksud dengan ramuan herbal pada penyusun utama sabun?
Lemak atau minyak penyusun sabun, memiliki fungsi/efek herbal tertentu. Misalnya minyak jarak untuk menyuburkan rambut, lemak coklat untuk mengurangi bekas luka, VCO untuk membunuh kuman, dst.
Lalu apa contoh ramuan tambahan?
Daun pandan, misalnya, selain memberi aroma harum pada sabun dan memberi warna hijau, ternyata berfungsi mengurangi rambut rontok dan menghaluskan kulit.
Secang selain berfungsi untuk memberi warna merah gelap, juga menghaluskan kulit dan memperlancar peredaran darah.
Daun sirih berfungsi sebagai anti kuman.
Apa contoh bahan tambahan dalam ramuan tambahan?
Minyak esensial, garam, lumpur, dll.
Minyak esensial cendana, misalnya, berfungsi menghaluskan kulit sekaligus anti penuaan dini.
Garam berfungsi sebagai anti jamur dan anti bakteri.
Lumpur berfungsi menyerap racun di kulit, mengencangkan kulit, selain memberi warna dan tekstur keras pada sabun.
Bagaimana memilih sabun herbal yang baik?
Sabun herbal yang baik apabila unsur penyusunnya, mulai dari lemak, minyak, pewarna, aroma, hingga bahan tambahan lainnya, didisain sesuai dengan kebutuhan Anda.
Misalnya jika Anda menderita jerawat, maka pemilihan minyak, lemak, bahan tambahan (baik tanaman herbal maupun minyak esensial) memang khusus didisain dengan fungsi untuk mengatasi jerawat sekaligus menghilangkan bekas jerawat dan mengatur pH kulit.
Minggu, 29 Januari 2017
Sabun dan Musim
| sabun kelapa yang berfungsi membersihkan tubuh |
Ini keluhan sederhana. Ada kawan yang mengaku terbiasa menggunakan sabun berbahan dasar minyak kelapa selama tinggal di Indonesia, dan kulitnya tak bermasalah dengan sabun ini. Ketika berkunjung ke negeri empat musim, dan kebetulan di sana sedang musim gugur, kulitnya menjadi kering dengan sabun kelapa. Anehnya, ketika tiba di Indonesia kembali, kulitnya langsung menerima sabun kelapa dengan baik. Mengapa ini terjadi?
Perubahan musim, cuaca, dan ketinggian di mana kita hidup, memang berperan dalam kondisi kulit tubuh. Anda yang tinggal di tempat-tempat tinggi seperti lereng gunung, akan menghadapi kondisi ekstrim. Sinar matahari menyengat di siang hari, dan dingin menusuk di malam hari. Begitu pula jika tinggal di negeri empat musim. Mungkin di sana nyaris tak berkeringat, suhu lebih kering dan dingin. Sedang di Indonesia, terutama di kepulauan, suhu panas, keringat banyak keluar, kecuali Anda terkurung 24 jam di ruangan ber-AC.
Hal-hal di atas akan mempengaruhi kondisi kulit kita. Mereka yang tubuhnya banyak mengeluarkan keringat, cenderung bergerak, akan membutuhkan sabun yang fungsi utamanya membersihkan tubuh, menghilangkan daki. Itu sebabnya mereka akan cocok menggunakan sabun berbahan dasar minyak kelapa. Jika kita lihat sifat fisika dan kimia minyak kelapa sebagai bahan sabun, akan kita dapat :
komposisi kimia :
Chemical
Composition:
Palmitic:
9%
Stearic:
3%
Myristic:
19%
Oleic:
8%
Linoleic:
2%
Lauric:
48%
Sedang, sifat fisikanya sebagai sabun adalah :
Hardness: 79
Cleansing:
67
Conditioning:
10
Bubbly
Lather: 67
Creamy
Lather: 12
Itu sebabnya sabun berbahan minyak kelapa menjadi sabun pembersih namun kurang melembabkan. Sabun ini bersifat keras namun cepat habis dimakan air, banyak busanya. Mereka yang bepergian ke tempat tinggi atau ke negara empat musim, andai masih menggunakan sabun kelapa, hendaknya melengkapi diri dengan krim atau losyen pelembab kulit (baik wajah, bibir, maupun kulit yang lain) agar kulit tidak kering.
Langganan:
Postingan (Atom)



