Jumat, 16 Desember 2022

Apakah Sabun Dapat Memutihkan Kulit? Tidak, tapi...


Saya sering mendapat pertanyaan apakah  membuat sabun yang dapat memutihkan kulit. Biasanya saya akan menjawab beberapa bahan sabun memang dapat mencerahkan atau menyamarkan bekas luka di kulit.

Bahan sabun seperti susu, yoghurt, cocoa butter, minyak esensial mawar atau jeruk, memiliki kemampuan untuk membuang kulit mati, sehingga kulit akan tampak lebih cerah dan glowing daripada sebelumnya.Bahan sabun seperti pepaya mampu mengatasi pigmentasi, sehingga  warna kulit menjadi lebih merata cerahnya mengikuti warna kulit sebelumnya.

Sabun yang mengandung bahan di atas belum tentu dapat mencerahkan kulit. Apabila Anda sekedar mandi, menyabuni seluruh tubuh dan wajah, lalu 1-2 menit kemudian membilasnya, maka sabun hanya mampir sejenak di kulit, dan fungsinya hanya membersihkan, kadang menghaluskan ,karena mampu mengikis kulit mati.

Namun beberapa pelanggan sabun saya bercerita -bahkan mengirimkan foto- bahwa kulitnya menjadi lebih cerah dan bercahaya tanpa tambahan kosmetik apapun. Terutama hal ini dirasakan pemakai sabun pepaya yoghurt dan sabun yang mengandung cocoa butter untuk muka dan bekas luka. Menurut mereka, begitu busa sabun mengenai wajah dan bekas luka, mereka tidak langsung membilasnya, namun menunggu 5-10 menit baru dibilas. Biasanya setelah beberapa waktu, saat mengusap wajah, banyak daki yang ditemukan di wajah. Daki itu bisa jadi kulit mati yang belum sempurna terkikis oleh sabun sebelumnya.

Mungkin jika mereka menyabuni wajah lalu memijatnya dengan sikat khusus wajah, daki -kulit mati yang lepas- tak mungkin tersisa di wajah. Fungsi sikat wajah ini selain mengikis kulit mati, juga memijat wajah sehingga merangsang peredaran darah dan pembentukan sel-sel baru. 

Mencerahkan kulit tidak sama dengan memutihkan kulit. Putihnya kulit dipengaruhi faktor genetis, kecuali Anda sengaja memutihkan nya dengan bahan pemutih kimia. Kulit cerah jika terbebas dari kulit mati, tidak terkena sinar matahari yang berlebihan secara langsung.

Orang Indonesia, juga asia, umumnya mengidolakan kulit putih -sesuatu yang sulit mereka miliki, selain faktor keturunan juga hidup di negara dengan sengatan matahari tropis- tanpa mereka menyadari betapa beruntungnya kulit mereka. Stereotip putih itu cantik begitu mengakar. Hal ini dimanfaatkan oleh produk-produk kecantikan untuk memasarkan kosmetik pemutih kulit. 😊




Kamis, 15 Desember 2022

Mengintip Pitera, Si Pembuat Kulit Awet Muda


Nama 'pitera' kerap disebut brand kosmetik terkenal, sebagai salah satu produk andalannya. Pitera mulai dikenal keampuhannnya saat pembuat sake di Jepang memiliki kulit yang halus walau wajah mereka menua.

Dalam dunia perekoenziman, pitera dikenal sebagai serbuk putih yang muncul di permukaan cairan ekoenzim. Pitera menjadi bonus, yang kerap diambil duluan, lalu dijadikan masker wajah dan badan.

Pitera mengandung banyak vitamin, mineral, asam amino, juga anti oksidan sesuai dengan kandungan bahan ekoenzim.

Kali ini saya membuat ekoenzim berbahan kulit jeruk. Kebetulan sedang musim panen jeruk baby. Setelah isinya dimakan, kulitnya saya cuci lalu masukkan ke toples plastik, campur air dan madu. Saya sengaja tidak menggunakan molase, gula aren, atau gula biasa. Madu yang saya tambahkan juga sedikit, hanya 2-3 sendok, sedang kulit jeruk berasal dari 2-3 kg jeruk babi.

Setelah beberapa hari muncul bintik putih mirip tepung, tapi saya biarkan. Setelah lebih sebulan bintik putih ini menutupi seluruh permukaan toples. Kini setiap hari saya ambil satu sendok bintik putih alias pitera lalu saya oleskan ke muka.

Kebetulan saya suka berenang, 2x seminggu dengan masa latihan tiap berenang 2 jam. Kulit saya pun menggelap dan kasar efek berenang di kolam yang pasti mengandung kaporit. Apalagi aktivitas berenang dilakukan jam 8.00-10.30 atau 14.00-16.00. Kulit menghitam terutama di bagian wajah, permukaan telapak tangan dan kaki. Pemakaian sunblok spf 50 tampaknya tak banyak pengaruhnya.

Untuk mengatasi hal inj setiap hari saya oleskan ke wajah, tangan, dan kaki yang terbakar. Efek cepatnya terasa, kulit agak terasa hangat namun tidak nyari. Beberapa waktu kemudian kulit yang gosong menghitam jadi sekedar coklat cerah, dan kulit semakin halus. Mungkin kulit saya tidak secerah sebelumnya -kecuali saya berhenti berenang-, namun kini kulit terasa halus, segar, dan sehat. Setidaknya itu efek jangka pendek yang saya rasakan.😍😍




Jumat, 15 Februari 2019

Sabun dan Sampo Cuka Apel

gambar dari scoopnest.com


Pemakaian cuka apel sudah dikenal luas dalam dunia herbal. Jika dikonsumsi langsung -biasanya 1 sendok makan cuka apel dicampur air hangat 150ml dan madu 1 sendok makan- dan diminum di pagi hari saat perut kosong, cuka apel dapat menurunkan berat badan dan melancarkan buang air besar. Cuka apel juga dapat membuang racun tubuh, mengobati flu, mengurangi gejala alergi dan sebagainya.

Kondangnya cuka apel, membuat si maknae BTS, kpop boy bandy ang lagi hit, jungkook, selalu menyimpannya di dalam tas yang dibawanya kemana-mana.  Sebagai obat jerawat yang disebabkan bakteri, katanya. Jungkook memang gampang kena jerawat.

Jika dioleskan ke kulit, cuka apel dapat digunakan sebagai toner, mengobati jerawat, mengeringkan bisul karena alergi, mengobati eksim kering atau basah, dan sebagainya. Tentu saja cuka apel harus diencerkan dulu sebelum dioleskan ke kulit dengan perbandingan air:cuka apel 1:1.

Kalau kulit Anda muncul bintik-bintik karena gatal alergi, maka oleskan cuka apel yang sudah diencerkan menggunakan kapas ke kulit beberapa kali sehari. Niscaya gatal mereda, bintik-bintik mengering. Hanya, cuka apel tak dapat membuat bekas alergi yang hitam menjadi cepat cerah. Butuh herbal lain untuk bekas gatal ini.

Cuka apel juga kerap dijadikan sebagai pengganti sampo. Cuka apel dapat menghilangkan gatal-gatal di kulit kepala karena ketombe. Cuka apel juga melembutkan rambut, membuat rambut berkilau, dan menghilangkan kotoran di rambut akibat debu dan polusi. Caranya dengan dengan melarutkan setengah gelas cuka apel dengan setengah gelas air, lalu gunakan sebagai pengganti sampo sambil memijit kulit kepala, dan bilas dengan air bersih.

Yang harus diingat, cuka apel tak dapat mencegah kerontokan rambut, mencegah pertumbuhan uban baru, atau mencegah kebotakan. Cuka apel hanya sekedar membersihkan dan menghaluskan rambut, serta mengurangi ketombe.

Untuk menghemat, Anda dapat membuat cuka apel sendiri di rumah. Caranya seperti pada blog di bawah ini.
https://wellnessmama.com/124169/apple-cider-vinegar/

Cuka apel tahan disimpan berbulan-bulan di kulkas, asal disimpan di botol beling dan ditutup rapat.


sabun plus sampo cuka apel

Usai membuat cuka apel, umumnya kita menemukan biang cuka apel atau skobi yang berwarna keputihan. Seperti skopi teh jamur kombucha, skopi cuka apel juga dapat digunakan sebagai campuran sabun dan sampo padat. Sabun/sampo cuka apel ini berkhasiat mempercepat penyembuhan luka, menjaga ph kulit -kulit kering menjadi lebih lembab, kulit berminyak menjadi normal- juga dapat digunakan sebagai sampo anti ketombe.

Sila buktikan dengan menyabun dan menyampo cuka apel di rumah.









Buah Merah dan Sabun


Bertahun lalu saya pernah mendapat kiriman sabun buah merah. Waktu itu sabun berbentuk transparan dipulas warna merah dari buah merah papua. Ketika saya pakai, sabun bersifat melembabkan, tak banyak busa, karena saya  bahan utamanya minyak zaitun. Namun apa benar berefek menyembuhkan gatal dan penyakit kulit lainnya, saya kurang tahu, karena efeknya biasa saja. Mungkin karena sabun transparan yang diproses secara panas dapat melumpuhkan sifat herbal buah merah.

Buah merah asal papua atau dikenal sebagai Pandanus conoideus kerap dimanfaatkan penduduk setempat sebagai alternatif pengobatan, selain dimakan biasa. Saat kulit gatal karena gigitan nyamuk, cukup mereka oleskan air buah merah ke kulit yang gatal. Perlu diingat, Papua merupakan daerah endemis nyamuk malaria.

Perempuan di lembah juga menggunakan air buah merah untuk melindungi wajah mereka yang terbakar sengatan matahari di siang hari. Saat malam yang dingin menusuk, mereka mengoleskan air buah merah ke tubuh anak-anak agar tidak mudah kedinginan. Air buah merah berfungsi melindungi kulit dari suhu ekstrim luar, membuat kulit tidak terbakar saat terik dan tidak kedinginan saat dingin. Jadi manfaatnya besar bagi kehidupan mereka.

Mengkonsumsi buah merah secara teratur membuat penduduk setempat terhindar dari beragam penyakit karena infeksi virus atau bakteri. Itu sebabnya buah merah lalu digadang-gadang dapat mencegah dan menyembuhkan kanker maupun hiv, juga beragam penyakit lainnya seperti paru, demam, batuk, flu.

Kelak, agar dapat dikonsumsi lebih lama, buah merah pun diawetkan, berbentuk minyak buah merah. Minyak buah merah dibuat dengan cara merebus buah merah yang sudah dibuburkan, lalu didiamkan selama beberapa minggu hingga minyak menggenang ke permukaan. Minyak buah merah lalu dikemas dalam botol-botol air mineral bekas, dijual di pasar tradisional dengan harga antara 100 hingga 200 ribuan per 500 ml. Banyak yang membelinya, umumnya pendatang maupun wisatawan yang berkunjung ke papua. Minyak buah merah jadi buah tangan bagi kerabat di pulau-pulau lain Indonesia. Kerabat saya yang menjadi tentara di Papua kerap membawa beberapa liter minyak buah merah saat mudik ke Jawa

Ketika dikemas ulang sebagai herbal, dilabeli, minyak buah merah pun dijual dengan harga sekitar Rp.150000 per botol ukuran 125ml. Harga yang layak untuk herbal mumpuni. Adik saya yang terkena penyakit paru parah, tubuhnya membaik setelah rutin meminum minyak buah merah selama 2 bulan. Ibu yang batuk parah selama berminggu-minggu, batuknya sembuh setelah rutin minum minyak buah merah.

Suatu hari iseng saya melihat sabun buah merah di lapak jual beli onlen. Harganya sungguh fantastis, 1 sabun dijual sekitar Rp.60000 - Rp.150000.  Kalau melihat harga minyak buah merah yang mahal, layak kalau sabunnya juga mahal. Hanya, harga di atas sungguh terlalu mahal.

Ingin berhemat sekaligus membuktikan khasiatnya, saya membuat sabun buah merah sendiri dengan cara proses dingin. Tujuannya agar sifat herbal minyak buah merah tidak luntur. Saya pergunakan campuran minyak buah merah antara 10-20% saja. Terlalu banyak kandungan minyak buah merah akan membuat sabun lembek dan cepat habis saat digunakan. Ketika sabun telah siap beberapa minggu kemudian, lalu saya pergunakan untuk mandi dan sabun wajah. Beberapa manfaat saya dapatkan, yaitu :

1.Anti nyamuk
Saat musim hujan tiba, dan nyamuk mewabah di rumah, mandi dengan sabun ini memberi efek nyamuk enggan menggigit kulit kita. Padahal ninyak buah merah tanpa aroma, sabun juga tak saya tambahi pewangi atau parfum kimia, paling hanya beberapa tetes minyak esensial lavender dan geranium.

2.Meredakan gatal alergi
Efek lain lagi, ketika alergi gatal kumat menyerang kaki karena perubahan musim, gatal reda segera setelah kaki dicuci menggunakan sabun ini. Sensasi gatal mereda, diganti rasa adem dan tawar. Hal yang sama berlaku pada kulit karena eksim basah maupun dingin. Efek ini membuat saya berpikir untuk mencampurkan minyak buah merah ke dalam krim anti gatal.

3.Menyembuhkan jerawat, mencerahkan kulit
Kalau sabun digunakan untuk muka yang penuh jerawat, jerawat perlahan akan berkurang. Kulit yang hitam kusam akibat sengatan matahari, menjadi cerah dan normal. Efek membaiknya kulit semakin terasa jika minyak buah merah dikombinasi dengan lidahbuaya dan minyak bunga tagetes. Kulit terasa dingin, lembut, cerah, dan tidak mudah terbakar.

Sementara itu manfaat yang saya rasakan. Ada dapat membuktikannya sendiri dengan membuat sabun buah merah sendiri atau membelinya di toko herbal atau lapak onlen.

Salam menyabun :P




Selasa, 09 Oktober 2018

Mengintip Isi Masker Wajah Asal Korea

masker bekicot


Selama ini Korea jadi kiblat industri kecantikan dunia, terutama operasi plastiknya, gegara boomingnya kpop dan kdrama. Namun kecantikan tidak melulu operasi plastik. Ada lagi yang penting, aneka produk kosmetik untuk mencapai dan mempertahankan kecantikan -yang sebagian dihasilkan lewat oplas- selama mungkin. Salah satu produk kecantikan adalah masker wajah.  Apa saja isi bahan masker wajah asal Korea itu, mungkin jawaban di bawah ini membuat kening Anda berkerut, atau sejenak mengheningkan cipta πŸ€—

1.Mutiara
Serbuk mutiara yang terkandung dalam masker wajah diyakini dapat memurnikan dan mencerahkan wajah. Mungkin keyakinan ini didasari warna mutiara yang putih berkilau sehingga menjadikannya masker akan menularkan putih berkilau pada wajah Anda.

2.Lebah madu
Produk lebah seperti madu, beeswax, pollen, banyak kita temukan pada kosmetika modern. Namun ini yang digunakan lebahnya. Lebah dianggap dapat meningkatkan peredaran darah, merangsang produksi kolagen yang akan membuat kulit elastis, kerut merut berkurang, dan bekas luka atau parut menghilang.
Tentu saja produk ini tidak disarankan buat para vegan atau yang alergi gigitan lebah. s

3.Kolagen babi
Struktur organ babi yang mirip manusia kerap menguntungkan. Pernah dengar transplantasi usus pada manusia menggunakan usus babi? Nah, kolagen babi dipercaya dapat melembabkan dan menyegarkan kulit, termasuk membuat kulit lebih elastis. Tak percaya? Beli saja, nitip kawan yang ke Korea 😎

4.Minyak kuda
Minyak kuda -bukan kudanil yang jelas- dipercaya dapat membantu melembabkan dan memperbaiki kondisi kulit yang rusak. Saya jadi teringat seabad lalu orang menggunakan kencing kuda sebagai obat jesuburan 😁

5.Minyak ikan
Penggunaan minyak ikan dalam produk kosmetik bukanlah hal baru. Saat orang baru menjalani operasi misalnya, disarankan makan ikan gabus atau haruan, dan mengoleskan minyak ikannya ke bagian luka jahitan. Tujuannya agar luka cepat mengering dan tidak meninggalkan bekas.
Pada masker, minyak ikan berfungsi menghilangkan mata panda dan wajah sembab karena menangis atau tidur terlalu lama πŸ˜‚

6.Sarang burung
Kandungan asam amino danmprotein dalam sarang burung walet dipercaya dapat mencerahkan dan melembabkan wajah, sehingga Anda tampak awet muda. Ternyata fungsinya sama jika Anda meminum ramuan sarang burung.

7.Rumput laut
Kandungan mineral dan protein yang tinggi dalam rumput laut diyakini akan menghaluskan dan mencerahkan wajah. (Saya sudah menerapkan rumput laut dalam sabun muka untuk mencerahkan wajah, dan hasilnya memang memuaskanπŸ˜€).

8.Batu gunung berapi
Batu gunung ini dilembutkan dulu sebelum menjadi masker. Fungsinya mirip arang bambu, untuk membersihkan wajah secara mendalam, sehingga memaksimalkan produk perawatan kulit sesudahnya.

9.Lendir bekicot
Lendir bekicot sangat populer sebagai kandungan produk kecantikan, dari masker, krim, pelembab, hingga losyen. Lendir diklaim mampu menyembuhkan jerawat, mendinginkan kulit akibat terbakat sinar matahari, dan untuk meregenerasi sel. Jika tertarik membuat sendiri masker bekicot, Anda dapat membelinya di toko onlen.

10.Susu keledai
Khasiat susu keledai tak diragukan lagi jika diminum langsung, untuk menambah kekuatan. Namun jija diaplikasikan ke muka dianggap dapat mencerahkan dan menutrisi kulit.

11.Emas 24K
Mungkin ini masker wajah paling mahal karena mengandung bubuk emas 24K. Emas dianggap dapat mencerahkan sekaligus membuat wajah awet muda.

12.Tomat
Tomat yang kaya vitamin berfungsi mengecilkan pori-pori, mencegah dan mengobati jerawat, mendinginkan wajah yang terbakar sekaligus mengatur ph kulit muka.

13.Plasenta
Plasenta dianggap dapat menyegarkan dan menghaluskan kulit, serta merangsang pertumbuhan sel-sel baru. Placenta sebenarnya banyak ditemukan pada produk kecantikan dari China, Jepang, maupun Korea. Entah bagaimana mereka mendapatkannya πŸ˜‚. Di Indonesia plasenta biasanya masuk bank organ atau dikubur usai bayi dilahirkan.

14.Ekstrak bintang laut
Bagi yang wajahnya penuh kerutan, kusam, dan nampak tua, dapat mencoba masker dengan salah satu bahannya bintang laut. Bintang laut dianggap kaya kolagen sehingga membuat wajah Anda awet muda.

15.Darah naga
Yang dimaksud dengan darah naga di sini adalah getah dari pohon dracaena cinnabari. Masker yang mengandung getah pohon naga ini berfungsi untuk menyembuhkan luka. Jadi semisal wajah lebam karena jatuh, kena tonjok, atau habis berantem, maka dengan menggunakan masker ini wajah menjadi cepat pulih seperti sedia kala. Getah darah naga bersifat anti virus dan anti inflamasi.

catatan: disadur bebas dari koreaboo dan diperkaya dari pengalaman pribadi.



Senin, 08 Oktober 2018

Kulit Bermasalah? Dipisangin Aja!

pisang, kulit pisang, dan ekstrak kulit pisang


Di masa kecil saat kulit saya bentol-bentol akibat digigit nyamuk, si mbah akan bilang, "digosok-gosok dengan kulit pisang, Nduk, biar bentolnya hilang." Benar saja, beberapa menit setelah kulit digosok dengan bagian dalam kulit pisang, bentol dan bekas kemerahan menghilang, bahkan rasa gatal yang menusuk ikut musnah.

Tak hanya itu, bagian dalam kulit pisang yang digosok-gosokkan ke gigi akan membuat gigi menjadi cemerlang, dan meniadakan plak gigi. Tak perlu memakai whitening lagi. (Dan ini sudah saya buktikan sendiri, beberapa menit setelah menggosok gigi dengan bagian dalam kulit pisang, saya lalu menggosok gigi. Hasilnya, gigi terasa lebih nyaman, lebih bersih, bau mulut befkurang, dan plak gigi juga bekurang.)

Di Afrika, kulit pisang dikeringkan lalu dibakar. Abu pembakaran digunakan untuk membuat sabun, abu ini kaya akan potassium sebagai pengganti soda api (potassium hidroksida). Selain abu pisang, sabun asal afrika ini -dikenal dengan nama black afrikan soap- dibuat dari minyak sawit, shea butter, cocoa butter, dan lumpur. Sabun afrika ini lalu diklaim mampu menyembuhkan beragam kelainan kulit seperti eksim, psoriasis dll.

Kulit pisang memang kaya vitamin A, B, C, E, dan mineral seperti potassium dan zinc yang berpengaruh pada kesehatan kulit, seperti menjaga kelembaban kulit, menghaluskan kulit, mengendalikab produksi minyak di kulit, mencerahkan, anti kerut, dan lainnya.

Anda dapat mencoba menggosok bagian kulit yang bermasalah -entah karena gigitan nyamuk, jerawat, psoriasis, pigmentasi, alergi, bekas luka- dengan kulit pisang sebelum tidur, dan amati hasilnya beberapa hari kemudian. Atau gosok gigi Anda dengan bagian dalam kulit pisang, lalu biarkan beberapa menit sebelum gosok gigi. Buktikan apa benar gigi Anda menjadi putih beberapa hari kemudian

sabun pisang mengatasi gangguan kulit


Kulit pisang tak dapat disimpan lama, harus segera digunakan sebelum menjadi kehitaman. Karena itu saya mencoba mengekstrak kulit pisang dengan beragam cara, dan menyimpannya sebagai bahan campuran sabun, sampo   pelembab muka, salep penyakit kulit, dan obat jerawat. Dengan begitu, dapat digunakan lebih lama.

Atau, jika sedang memiliki banyak waktu luang, kulit pisang dapat dikeringkan, lalu dibubukkan, sebelum digunakan sebagai aneka produk kecantikan dan pengobatan herbal. Tertarik? Coba saja !

Minggu, 07 Oktober 2018

Sabun kok Sekeras Batu

ini sabun yang sekeras batu


Suatu hari kawan lama bercerita, tak sengaja menemukan sabun yang saya berikan kepadanya 2 tahun lalu. Sabun itu sudah membatu, keras, buruk rupa, berwarna kecoklatan sehingga nyaris dibuang ibunya.

Merasa sayang,  kawan tadi meminta si ibu mencoba dulu memakai si sabun. Siapa tahu masih berguna. Rupanya cocok. Sabun susu menahun itu membuat wajah si ibu lembut, berseri, dan tidak berkeriput.

Sabun homemade memang dapat tahan lama, tergantung bahan pembuatnya. Sabun yang mengandung tanaman herbal atau minyak esensial misalnya, tahan antara 6 bulan hingga setahun pemakaian. Sedang sabun yang berbahan hanya minyak nabati tahan lebih dua tahun. Saya pernah menyimpan sabun yang umurnya lebih 5 tahun. Masih enak dipakai, bahannya minyak zaitun, minyak kelapa, dan lemak coklat.

Semakin lama umur sabun semakin stabil bentuknya, makin keras, kering, dan awet. Sabun yang  sekeras batu tadi terbuat dari minyak sawit, minyak kelapa, dan susu bubuk dengan perbandingan 1:2:3. Bentuk fisiknya memang keras, tapi kalau sudah kena air mirip jenang. Coba saja buat sendiri kalau tak percaya!

Ah, saya jadi ingat keluhan kawan mengapa tak mandi menggunakan batu saja, seperti tulisan dis (Dahlan Iskan) dalam blognya. Yah, mungkin tulisan ini jawaban sabun batu tadi. Oya, selain membuat wajah lebih halus dan lembab, sabun batu juga memiliki manfaat tambahan. Saat hati Anda kesal karena ulah seseorang, cukup lempar sabun ke si pembuat onar. Atau jika ingin mengusir tikus yang masuk ke dapur, atau kecoak yang tiba-tiba muncul di kamar mandi, timpuk saja dengan sabun batu. Aman kan??




Jumat, 05 Oktober 2018

Kombucha, Sabun 3 in 1 yang Tersia



Saya pernah menulis tentang sabun kombucha di artikel sebelumnya. Sudah saya dan teman -yang mencoba- buktikan kalau sabun ini ampuh. Kawan yang juragan cuka dan teh kombucha berkata, 'Saat saya jadikan sampo, luka-luka di kepala saya jadi cepat sembuh.'

Sedang kawan yang jaga perpustakaan, yang kebetulan wajahnya kena jerawat nanah karena infeksi bakteri dan kelebihan hormon, dan selama ini mengandalkan sabun dari dokter, mengaku cocok menggunakan sabun kombucha sebagai sabun muka. "Jangan diotak-atik lagi resepnya, Mbak. Sabun ini cocok buat mukaku, mirip sabun dokter,"sarannya.

Toh pujian di atas tak membuat pamor sabun kombucha naik. Kalau ada calon pembeli, selalu bertanya, "Sabunnya bikin bau badan asam, ya!". Yaa, belum-belum sudah nuduh, padahal belum membuktikan  Sudah nasib tukang sabun.

Cuka kombucha memang berbau asam, teh kombucha juga. Kalau Anda sempatkan mandi hanya dengan cuka atau teh kombucha, dijamin badan beraroma asam kalau bilasnya kurang bersih. Tapi, sabun kombucha tidak hanya dibuat dari scoby, cuka dan teh kombucha. Bahan utama sabun justru minyak nabati, salah satunya minyak hasil rendaman bunga kenanga selama beberapa bulan. Kombucha hanya bahan tambahan. Hasilnya, sabun beraroma kenanga yang harum itu.

Ada alasan mengapa sabun menggunakan bahan tambahan scoby dan teh kombucha. Sabun diharapkan memberi manfaat seperti saat menggunakan teh dan scoby kombucha, misalnya mengatur ph kulit, sehingga kulit yang berminyak berlebihan menjadi tak berminyak, kulit kering jadi lembab, kulit penuh jerawat jadi hilang jerawatnya, kulit yang luka menjadi sembuh lukanya. Jika sabun dijadikan pengganti sampo maka diharapkan rambut yang berketombe menjadi hilang ketombenya.

Sayangnya sabun kombucha kurang dikenal di tanah air, padahal sudah banyak orang yang merasakan manfaat langsung teh kombucha. Di luar negeri, sabun kombucha seberat 125 gram laku dijual antara Rp.75000-Rp.90000 karena manfaatnya yang tokcer tadi. Di sini, dijual Rp.15000 saja masih ditawar. Sungguh nasib sabun yang tersia. Hal ini berlawanan dengan nasib scobi kombucha yang laris manis diburu orang. Dalam waktu singkat, sediaan scobi setoples habis dibeli orang. Rupanya manfaat teh kombucha sebagai minuman kesehatan sudah tersebar luas.

Untungnya saya punya solusi agar si sabun tak lama tersia, dengan menjadikannya sampo cair, lalu ditambah beberapa bahan alami khusus. Hasilnya sampo yang cepat menutup luka di kulit kepala, mengobati ketombe, membuat rambut berminyak jadi tak berminyak, rambut kering jadi lebih nyaman, dan dapat digunakan sebagai sabun anjing/kucing. Kalau digunakan untuk keramas setiap hari selama dua minggu, kutu-kutu bandel di rambut anak maupun anjing kesayangan pun lenyap. Mungkin karena bosan dengan kandungan cukanya :-D







Rabu, 21 Februari 2018

Membuat Produk Kosmetik dari Lidah buaya

Sejak lama orang memanfaatkan lidah buaya sebagai produk kecantikan dan kesehatan. Mereka mengoleskan gel lidah buaya ke rambut, agar rambut tumbuh lebat dan tidak rontok. Mereka membubuhkan gel lidah buaya ke bekas luka bakar, kulit yang kemerahan, agar kulit cepat pulih dan normal kembali. Mereka mengoleskan gel lidah buaya ke jerawat bernanah dengan harapan jerawat cepat mengering, lalu menghilang. Namun pemanfaatan di atas menggunakan lidah buaya segar dan berlangsung singkat.


Produk kosmetik pabrikan pun banyak menggunakan lidah buaya, semisal krim lidah buaya untuk mencegah luka bakar, sabun lidah buaya, atau sampo lidah buaya. Krim lidah buaya biasanya dibuat dari campuran vaselin, minyak vitamin E, minyak mineral, sedikit pengawet, dan ekstrak lidah buaya. Sedang sampo dan sabun lidah buaya dibuat dengan mencampurkan bahan sampo dan sabun dengan ekstrak lidah buaya. Ekstrak lidah buaya adalah gel lidah buaya yang sudah dipisahkan dari daun dan lateknya.

Ekstrak lidah buaya ini tahan disimpan beberapa bulan di dalam kulkas, dan dapat diolah menjadi beragam produk kosmetik seperti di atas. Mungkinkah mengolah ekstrak lidah buaya sendiri, menjadi produk kosmetik? Bisa saja. Berikut beberapa produk kosmetik hasil olahan ekstrak lidah buaya :

1.Sampo lidah buaya alami
Bahannya berupa ekstrak lidah buaya, madu, minyak vitamin E, dan sabun batangan yang dihaluskan sebelum dicairkan. Agar wangi, dapat ditambahkan beberapa tetes minyak esensial.
Sampo ini tak tahan lama, jika disimpan di udara terbuka maksimal tahan 2 minggu. Jika disimpan di kulkan, tahan sampai sebulan. Karena itu buat secukupnya saja.

2.Sabun lidah buaya

Sabun batangan dibuat dengan proses dingin, memanfaatkan soda api. Ekstrak lidah buaya dapat dicampurkan pada proses pembuaatannya.
Sabun lidah buaya ini tahan hingga satu tahun.

3.Krim lidah buaya

Krim lidah buaya dibuat dengan mencampurkan butter -cocoa butter, shea butter, mango butter dll- dengan ekstrak lidah buaya dan minyak vitamin E, serta beberapa tetes minyak esensial kualitas tinggi sebagai pengharum.
Krim tahan disimpan hingga beberapa bulan pada suhu dingin (ruang ber-AC, atau lemari pendingin).

4.Minyak lidah buaya

Minyak lidah buaya dibuat dengan mencampurkan minyak nabati dengan ekstrak lidah buaya, merendamnya beberapa bulan dalam wadah beling gelap, di ruang yang kaya sinar matahari. 
Beberapa orang membuat minyak lidah buaya dengan memanaskan minyak campur ekstrak lidah buaya di atas api. Cara ini bakal menghilangkan manfaat herbal dari zat yang terkandung pada lidah buaya. Hasilnya, minyak lidah buaya hanya berfungsi sebagai pelembab kulit biasa.
Ada lagi yang menjemur minyak campur ekstrak lidah buaya di bawah panas matahari. Sinar UV akan merusak kandungan zat-zat yang berguna pada minyak dan ekstrak lidah buaya. 
Minyak lidah buaya yang dibuat lewat proses perendaman selama berbulan-bulan biasanya lebih tahan lama, tidak cepat rusak, dan minyak yang dihasilkan juga lebih wangi.





Selasa, 20 Februari 2018

Sabun dan Kondisi Kulit

Postingan ini menjawab pertanyaan terkait bagaimana mencari sabun yang cocok untuk kulit. Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1.Kulit berjerawat
Sabun cengkeh efektif untuk meredakan jerawat dan penyakit kulit karena bakteri.

Jerawat biasa timbul pada kulit jenis berminyak. Karena itu jika kulit wajah Anda yang berjerawat, hindari pemakaian sabun yang berfungsi sekedar melembabkan karena dapat memperparah jerawat di wajah. Sabun berbahan utama zaitun misalnya, coba dihindari.
Pergunakan sabun yang mengandung minyak nabati yang berfungsi sebagai obat, semisal minyak jarak, minyak wijen, atau minyak argan.
Pakailah sabun yang mengandung bahan herbal seperti intaran, sirih, cengkeh, pinus, dan pepaya.

Bagaimana jika jerawat tersebar di kulit tubuh?
Secara umum, penanganannya sama walau kulit di badan tak sesensitif kulit wajah. Untuk jerawat di badan, pergunakan sabun garam, sabun rempah, sabun pinus, atau sabun arang. Sabun di atas selain mengatur produksi minyak di kulit, juga anti bakteri dan bersifat mengurangi peradangan.

2.Kulit kering, bersisik, kusam
Sabun karamel efektif mencerahkan wajah, langsung terlihat hasilnya sejak pemakaian pertama.

Jika ini dialami wajah, gunakan sabun yang mengandung susu -sabun susumadu, sabun karamel, sabun brownies- sebagai sabun muka, yang berfungsi mengangkat kulit mati, mencerahkan wajah dan memberi kelembaban pada kulit.
Jika kondisi ini terjadi pada badan, Anda dapat menggunakan semua jenis sabun alami yang tak mengandung SLS, SLeS, dan pewangi berbahan parfum. Kulit pada badan lebih mudah dipulihkan kondisinya ketimbang kulit muka.

3.Kulit mudah berkeringat, kotor, dan bau
Sabun pinus, membersihkan badan, membunuh bakteri dan menghilangkan bau badan

Kondisi ini kerap dialami manusia yang tinggal di daerah tropis, karena terpapar sinar matahari setiap hari.
Kondisi ini juga menimpa manusia kota besar yang diselimuti polusi udara akibat padatnya lalu lintas, asap pabrik, juga polusi air.
Pada kulit yang mudah kotor, berkeringat, selain mandi secara teratur 2x sehari, gunakan sabun berbahan utama minyak kelapa. Sabun ini mampu mengikis kotoran karena debu, lemak, garam atau keringat.
Jika badan berbau, gunakan sabun yang mengandung herbal antibakteri seperti sabun garam, sabun pinus, sabun mahkotadewa.

4.kulit sensitif, gatal, mudah terserang alergi
Sabun arang, efektif mengurangi gatal alergi

Menggunakan sabun berbahan minyak zaitun dicampur sedikit minyak jarak dan minyak kelapa merupakan pilihan yang tepat. Bahan herbal yang ditambahkan bisa berupa teh chamomile, teh lavender, minyak infuse calendula yang berfungsi mengurangi peradangan dan mendinginkan kulit.
Pada kondisi ekstrim bisa digunakan sabun arang aroma mint.

Selamat mencoba



Selasa, 21 November 2017

Memanfaatkan Lipstik Bekas

lipgloss buatan sendiri dan lipstik bekas (teman2) :D
Anda pengguna lipstik setia. tak dapat lepas dari lipstik ke mana pun pergi? Mungkin banyak koleksi lipstik Anda, beragam merk, namun pasti ada beberapa yang sangat Anda sayangi karena warnanya oke, atau nyaman dipakai di bibir. Saking sayangnya, tempat lipstik pun disimpan.

Nah, jika Anda enggan membuang lipstik sisa, termasuk membuang tempatnya, dan sangat menyayangi lipstik warna tertentu, mungkin Anda dapat memanfaatkan tempat lipstik dan sisa lipstik di dalamnya untuk tempat lipgloss baru.

Caranya mudah, buat aja lipgloss dan di akhir proses campurkan dengan sisa lipstik di wadahnya, untuk memberi warna terakhir.

Lipgloss biasa dibuat dengan memanaskan beeswax dan butter (cocoa butter, shea butter, mango butter) atau beeswax dengan minyak nabati (minyak kelapa, minyak zaitun dll) dengan perbandingan 1:1 atau 2:1 di atas double boiler atau panci ganda di atas kompor dengan api kecil.

Begitu dua adonan di atas meleleh, segera tambah dengan sisa lipstik untuk memberi warna pada lipgloss, aduk sampai merata, angkat, dan segera dicetak. Jangan menunggu dingin dulu. Segera cetak, karena dalam beberapa detik adonan akan membeku kembali.

Setelah dicetak, baru dinginkan atau masukkan dalam kulkas. Kini lipgloss bertabur warna lipstik kesayangan siap digunakan.

Selamat mencoba :D

note : untuk beeswax, butter atau minyak nabati silakan beli di situs belanja onlen langganan, bisa bukalapak, tokopedia, shopee dll. Boleh juga minta kerabat yang kebetulan punya barang tersebut.

Jumat, 17 November 2017

Deodoran Alami Pemutih Ketiak

deodoran alami dari cocoa butter, minyak nabati, baking soda, dan minyak esensial


"Mengapa ketiak saya hitam? Adakah deodoran yang mampu membuat ketiak cerah, setidaknya sama dengan warna kulit asli saya?"

Ini pertanyaan yang kerap saya dengar selain bagaimana cara memutihkan atau mencerahkan wajah. Ketiak menjadi kehitaman bisa terjadi karena Anda menggunakan deodoran yang salah, atau kerap mencukur bulu di ketiak dan membiarkannya begitu saja (tanpa mengoleskan krim usai dicukur. Namun ada cara membuat bulu di ketiak tumbuh menjadi lebih halus atau membuat warna ketiak kembali sama dengan kulit sekitarnya.

Cara mengembalikan warna ketiak adalah :
1.oleskan masker yang terdiri dari baking soda, perasan lemon atau jeruk nipis, atau minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak kelapa, 15-30 menit sebelum mandi
Campuran bisa berupa baking soda+lemon/jeruk nipis, baking soda+minyak nabati, atau bisa juga scrub gula merah+jeruk nipis.

2.gunakan deodoran alami khusus, yang terbuat dari cocoa butter dan baking soda, dapat pula ditambahkan vitamin E oil atau minyak nabati yang kaya vitamin E. Deodoran ini selain mencerahkan ketiak juga ampuh menghilangkan aroma bau badan.

3.usai mencukur ketiak (jika Anda lebih suka mencukurnya), oleskan krim yang mengandung butter (bisa cocoa butter atau shea butter), beeswax, dan minyak nabati yang berfungsi memulihkan luka akibat pisau cukur sekaligus anti bakteri. Kerap ketika mencukur ketiak, kulit ari di ketiak juga ikut terangkat sehingga timbul luka, kulit menjadi pedih.

Beeswax berfungsi sebagai anti bakteri, minyak nabati seperti minyak biji bunga matahari, minyak kelapa, dll berfungsi mempercepat penyembuhan luka. Saya sendiri lebih suka mencampurnya dengan minyak tagetes yang memang top kalau berhubungan dengan luka, gatal, atau alergi. Sayang, minyak jenis ini agak mahal harganya sehingga harus meramu sendiri.

Beruntung sekarang banyak cara menghilangkan bulu ketiak selain dicukur, misalnya di-wax atau menempelkan cairan kimia tertentu yang berfungsi merontokkan bulu ketiak. Namun, masing-masing cara yang melibatkan bahan kimia tertentu akan memiliki efek samping jangka panjang, karena itu menggunakan bahan sealami mungkin akan lebih baik. Misalnya dengan mengolesi ketiak dengan kapur sirih, beberapa menit kemudian bulu ketek akan rontok sendiri. Andai tumbuh bulu di lain waktu, pertumbuhannya bisa lebih halus.

Selamat mencoba :D 


Rabu, 15 November 2017

Minyak Herbal Buatan Sendiri dan Aplikasinya


minyak tagetes buatan sendiri

Belakangan ini saya sibuk mengembangkan minyak herbal buatan sendiri. Mirip minyak esensial, namun tak butuh mesin penyuling untuk menghasilkannya. Proses dilakukan dengan rendaman selama berbulan-bulan, pada suhu kamar yang diatur sedemikian rupa sehingga tak terkontaminasi bakteri. Proses dapat pula dilakukan melalui pemanasan selama beberapa jam di api kecil atau peralatan mirip kompor, atau bisa dipanaskan langsung di bawah sinar matahari pada waktu tertentu dengan syarat tertentu agar kandungan herbal dan nutrisi di dalam tanaman maupun minyak tak rusak.

Beberapa minyak herbal saya pernah buat adalah minyak tagetes, minyak bunga mawar, minyak bunga kenanga, minyak bunga dan daun sepatu, minyak kopi, minyak rempah (pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga), minyak biji pepaya dan wortel. Beberapa minyak butuh proses beberapa bulan agar kandungan herbalnya benar-benar merasuk, beberapa lainnya butuh hanya 12-24 jam lewat pemanasan dengan suhu rendah.

Dalam proses pembuatan, minyak harus dicek secara teratur untuk mengetahui sudah 'masak' atau belum. Pengecekan bisa dilakukan lewat uji kekentalan, aroma, maupun rasa (cek indra, uji fisik). Sedang uji lab bisa dilakukan untuk mengetahui komponen apa saja dalam minyak saat ini dibanding sebelum pembuatan. Jika sudah masak, minyak pun disaring dan disimpan dalam botol beling amber, lalu dimasukkan almari gelap, agar tahan beberapa bulan hingga 2 tahun, tergantung minyak pembawanya (carrier oil).

sampo kopi yang memanfaatkan minyak biji pepaya (dan kini) minyak kopi

Minyak herbal untuk beragam penyakit

Sejauh ini minyak yang saya buat lebih bersifat untuk mengobati gangguan kulit, seperti gatal, alergi, bengkak akibat gigitan serangga (minyak cengkeh, minyak kenanga, dan minyak tagetes).

Ada juga minyak untuk menjaga kelembaban kulit, mengurangi bercak hitam, dan kerut di wajah (minyak kopi, minyak mawar, minyak pala).

Sedang minyak buat menyuburkan dan menghitamkan rambut adalah minyak amla dan minyak bunga daun sepatu.

Ada juga manfaat lain, seperti mengecilkan benjolan akibat wasir/ambeian, yaitu minyak tagetes dan minyak daun ungu.

krim dan lipbalm yang memanfaatkan minyak mawar, minyak tagetes atau minyak kakao


Minyak herbal untuk produk kecantikan

Paling sering saya memanfaatkan minyak herbal sebagai campuran sabun, menggantikan fungsi minyak esensial. Hasilnya memang 'wow', aromanya lebih kuat dan enak di badan. Misalnya minyak kenanga ditambahkan dalam pembuatan sabun kombucha maupun sampo kopi batangan. Minyak kenanga pada sabun kombucha dapat membantu mengobati kulit yang bermasalah (jamur, luka, panu, kadas). Pada sampo kopi, minyak kenangan membantu menghilangkan bekas luka akibat penyakit auto imun di kulit kepala.

Sedang minyak cengkeh dan pala kerap saya gunakan untuk tambahan sabun rempah. Sabun jadi bersifat hangat di kulit, sekaligus anti bakteri dan menghaluskan. Kerap sabun rempah dapat mengatasi jerawat dan ruam alergi di kulit dengan cepat.

Sementara minyak kopi, minyak mawar, dan minyak tagetes lebih sering saya jadikan campuran krim muka dan serum (dipakai malam hari).

Ada lagi minyak yang digunakan sebagai campuran lipgloss (minyak kokoa, minyak kopi, dan minyak vanila).

Dengan membuat minyak sendiri, bisa menekan pembelian minyak esensial yang cukup mahal. (minyak esensial kualitas tinggi umumnya mahal, harga di atas Rp.100.000/5 ml. Minyak esensial yang lebih murah biasanya lebih bersifat aromaterapi ketimbang penyembuh penyakit). Memang dibutuhkan waktu yang panjang untuk memprosesnya, juga ketelitian dan kehati-hatian super, namun jika berhasil sungguh menyenangkan. Apalagi dana saya untuk membeli beragam minyak memang terbatas :P

Salam berkarya :D 

Senin, 18 September 2017

Sabun Pala dan Kepulauan Banda

buah pala di kepulauan banda




Ini mirip hutang. Pada 2016 saya sambang Kepulauan Banda lagi sejenak. Menemui Pongki -tokoh legendaris pada kerusuhan Maluku 1999-2003 yang juga getol memperkaya produk pala Banda (siapa Pongki, sila baca buku 'Negeri Pala'). Saat pulang, saya sempatkan membawa sebotol kecil minyak pala Banda  produknya. Minyak yang harumnya luar biasa, ampuhnya juga di luar kebiasaan. Minyak pala kualitas tinggi, sebagai bahan pewangi maupun obat.

minyak pala dari kepulaua banda, produksi pongki di banda besar
 Minyak pala ini saya jadikan salah satu bahan pembuat sabun rempah. Bahan sabunnya biasa saja, minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak soya, minyak kacang, dll dicampur minyak pala dan sedikit rempah seperti cengkeh dan kayumanis. Hasil sabunnya mirip gambar di bawah.




sabun pala yang diramu dari minyak pala banda, fungsinya antara lain menghilangkan jerawat di punggung, menghaluskan kulit, menyembuhkan panu, kadas, dan kurap.
Aroma sabun nano-nano, tak semata wangi pala, juga pengar cengkeh dan legit kayu manis. Kalau tak biasa aroma rempah campur-campur, mungkin agak terganggu dengan aroma nano-nano.

Sabun pala biasa saya jadikan hadiah ke teman-teman lansia sebagai penghangat badan. Sabun ini ampuh juga menghilangkan jerawat di punggung dan pundak, panu, kurap, maupun penyakit kulit karena jamur.  Ada yang sukacita menerima dan memakai sabun ini, banyak pula yang protes. Sabun pala berbahan utama minyak kacang malah dapat memaksa komedo keluar dari garis hidung, sehingga pemiliknya tingga menghapusnya dengan tangan. Hanya, aroma kacang pala 'agak mengganggu'.

Rencana berikut saya, jika sambang Kepulauan Banda lagi, akan mengawinkan minyak kelapa produksi Pak Guru Ali dengan minyak pala Pongki menjadi sabun lokal yang 'saya yakin seyakin-yakinnya' bakal laku diburu turis manca yang berkunjung ke Banda. Semoga tahun depan rencana ini terwujud.

Salam Pala Banda,




Rabu, 30 Agustus 2017

Sabun Kacang Si Pengangkat Komedo



Disebut sabun kacang karena bahan utamanya minyak kacang, bukan minyak zaitun atau kelapa. Kebetulan, suatu hari saya terhipnotis melihat seorang ibu yang membuat minyak kacang dari kacang tanah yang dikuliti. Kacang tanah kering tanpa kulit ini diblender dengan air, lalu diendapkan semalam. Minyak yang naik diangkat dan menjadi minyak kacang. Aromanya, kacang banget :P

Minyak kacang memiliki fungsi penting bagi kesehatan kulit dan rambut, diantaranya :
1.sebagai minyak pajat, minyak kacang mampu melancarkan peredaran darah
2.untuk mengobati jerawat, apalagi jika dicampur jus jeruk dan dijadikan masker wajah :P
3.melembabkan dan mengobati kulit kering.
4.mengobati ruam-ruam kemerahan pada bayi akibat penggunaan popok dan alergi.
5.melembabkan dan membersihkan puting susu ibu yang menyusui
6.mengangkat komedo di daerah T
7.melembabkan bibir dan mengobati bibir pecah-pecah.
8. mengobati ketombe
9.menumbuhkan dan menyuburkan rambut.

Sifat-sifat di atas -terlepas dari aroma kacangnya yang menyengat- membuat saya bereksperimen dengan minyak kacang, membuat aneka sabun kacang. Ada yang saya campur dengan fermentasi pepaya, lemak kakao, maupun cengkeh. Hasilnya sama saja, jika dijadikan sabun muka, membuat komedo terangkat dari wajah. Jika dijadikan sabun mandi, bintil-bintil akibat biang keringat, alergi, maupun jerawat di punggung pun menghilang.

Mumpung kacang tanah melimpah di tanah air, dan begitu banyak orang yang bermasalah dengan jerawat dan komedo, maka saya kembangkanlah sabun kacang. Carpe Diem !


Rabu, 29 Maret 2017

Sampo Kopi yang 'Moody'

sampo kopi batangan


Seperti kata teman saya Sofie -yang juga menjadi reseller sampo kopi- sampo kopi awalnya dirancang dalam bentuk padat, yang berfungsi menghentikan pertumbuhan uban baru, dan mengurangi uban yang sudah ada. Karena terbuat dari bahan alami, khasiatnya baru terasa beberapa lama setelah pemakaian. Tidak instan. Dan selama pemakaian, pengalaman satu dan lain orang akan berbeda. Ada yang langsung merasakan rambutnya lembut, enak, tidak gatal atau rontok. Ada pula yang merasakan rambutnya menggumpal, kusut, dan semakin rontok.

Pada perkembangannya, sampo kopi tak hanya mengurangi dan menghentikan pertumbuhan uban, tapi juga menghilangkan ketombe dan mengatasi rambut rontok. Bahkan pada pemakaian yang teratur dan cukup lama, rambut pemakainya akan menyubur, mengkilat, dan lembut. Botak di kepala pun perlahan akan tertutupi oleh rambut.

Sehebat itukah manfaatnya? Kalau saya bilang iya, tentu ini promo berlebihan. Padahal saya tak sedang mengejar pembeli. Menyabun dan menyampo harus dilakukan dengan bahagia, senang, dan memberi kesegaran pikiran.

Sebagian pemakai sampo kopi merasakan manfaat di atas. Uban berkurang, ketombe menghilang, rambut menjadi tebal dan banyak. Sebagian lain tidak, bahkan datang dengan banyak keluhan, penuh tuduhan. Mengapa?

1.Jika memiliki rambut sehat, Anda tak membutuhkan sampo kopi. Rambut Anda sudah cukup memproduksi minyak sendiri, melindungi tiap helainya dari teriknya sinar matahari, dan melindungi kulit kepala dari kejamnya cuaca. Anda hanya harus merawatnya secara teratur. Keramas secara teratur, sesekali memanjakannya dengan hairtonik atau pelembab rambut. Anda juga harus menjaganya dengan asupan gizi khususnya vitamin A dan B yang cukup.

Kalau rambut Anda sehat, lalu menggunakan sampo kopi -yang mirip suplemen tambahan dalam makanan- maka akan ada kelebihan produksi minyak di rambut. ALih-alih rambut bertambah sehat, justru terjadi penumpukan minyak di kulit kepala. Hasilnya adalah ketombe, gatal.

Saran saya, kalau rambut sudah sehat dan menginginkan perawatan rambut alami, keramas saja dengan cuka apel, baking soda, atau jeruk nipis. Sesekali beri vitamin rambut seperti jus lidah buaya, jus buah amla, dan sebagainya. Atau beri rambut dengan minyak nabati ala zaitun, soya, namun dalam jumlah terbatas. :P

Jumat, 10 Maret 2017

Membuat Sampo Cair Tanpa Soda Api


sabun zaitun bahan sampo

Saya sering mendapat pertanyaan, apakah membuat dan menjual sampo cair. Karena lebih mendalami 'cold process' dalam membuat sabun, saya tidak membuat sabun atau sampo cair secara khusus. Alasan saya, mencari cara yang lebih hemat energi, hemat tenaga listrik khususnya. Dalam 'cold process' kita biarkan sabun memadat secara alami, tanpa bantuan apapun, hanya menyerahkan kepada udara dan iklim setempat.

Pada pembuatan sabun cair, digunakan teknin 'hot process', yaitu dengan memanaskan adonan minyak+KOH dalam 'crockpot' selama beberapa jam. Cara ini jarang saya gunakan, karena keterbatasan listrik di rumah. Selain itu, bea produksi menjadi mahal. Setidaknya 100ml sampo atau sabun cair harus dijual Rp.40.000 baru dapat untung.

Namun, bukan berarti tak ada cara membuat sampo cair yang lain. Dengan memanfaatkan sabun zaitun padat, kita bisa membuat sampo cair sesuai kebutuhan. Sebelum membuat sampo cair, perhatikan aturan berikut:

1.Perhatikan komposisi sabun zaitun yang dipergunakan, sebaiknya sabun hanya terbuat dari minyak zaitun, atau minyak zaitun dan minyak jarak, atau minyak zaitun, minyak jarak dan minyak kelapa.

2.Sabun tidak mengandung gliserin tambahan, parfum, pengawet, pewarna, ekstrak atau bahan kimia tambahan lainnya, agar proses pemanasan berjalan lancar dan sabun tidak menggumpal setelahnya.

3.Dianjurkan sabun zaitun yang tak beraroma, apalagi jika nanti sampo hendak dipergunakan oleh anak-anak dan bayi. aroma pada sabun, baik yang berasal dari parfum, minyak esensial, atau pewangi, kerap membuat mata pedih.
sampo cair yang dibuat tidak jernih karena bukan hasil 'hot process'


Cara membuat sampo cair :

Minggu, 26 Februari 2017

Sekedar Info Sabun Herbal


sabun mahkota dewa, contoh sabun herbal


Apa itu sabun herbal?

Sabun yang dapat mengurangi, bahkan menyembuhkan, gangguan atau penyakit kulit, misalnya : jerawat, gatal, ruam, panu, kadas, kurap, herpes, keputihan, bau badan, hingga penyakit kelamin.

Mengapa dapat mengurangi, bahkan menyembuhkan gangguan pada kulit (dan kelamin)?

Karena mengandung ramuan herbal.

Apa itu ramuan herbal?

Ramuan yang dikandung oleh sumber-sumber alam, dapat berupa tanaman, hewan, tanah, batu, dan sebagainya.

Apa saja ramuan herbal pada sabun?

1.ramuan yang dikandung oleh penyusun utama sabun (minyak dan lemak penyusun sabun)
2.ramuan tambahan, yaitu yang sengaja ditambahkan pada sabun, dapat berupa aroma, warna, maupun bahan tambahan lainnya.

Apa yang dimaksud dengan ramuan herbal pada penyusun utama sabun?

Lemak atau minyak penyusun sabun, memiliki fungsi/efek herbal tertentu. Misalnya minyak jarak untuk menyuburkan rambut, lemak coklat untuk mengurangi bekas luka, VCO untuk membunuh kuman, dst.

Lalu apa contoh ramuan tambahan?

Daun pandan, misalnya, selain memberi aroma harum pada sabun dan memberi warna hijau, ternyata berfungsi mengurangi rambut rontok dan menghaluskan kulit.

Secang selain berfungsi untuk memberi warna merah gelap, juga menghaluskan kulit dan memperlancar peredaran darah.

Daun sirih berfungsi sebagai anti kuman.

Apa contoh bahan tambahan dalam ramuan tambahan?

Minyak esensial, garam, lumpur, dll.
Minyak esensial cendana, misalnya, berfungsi menghaluskan kulit sekaligus anti penuaan dini.
Garam berfungsi sebagai anti jamur dan anti bakteri.
Lumpur berfungsi menyerap racun di kulit, mengencangkan kulit, selain memberi warna dan tekstur keras pada sabun.



Bagaimana memilih sabun herbal yang baik?

Sabun herbal yang baik apabila unsur penyusunnya, mulai dari lemak, minyak, pewarna, aroma, hingga bahan tambahan lainnya, didisain sesuai dengan kebutuhan Anda. 
Misalnya jika Anda menderita jerawat, maka pemilihan minyak, lemak, bahan tambahan (baik tanaman herbal maupun minyak esensial) memang khusus didisain dengan fungsi untuk mengatasi jerawat sekaligus menghilangkan bekas jerawat dan mengatur pH kulit.


Minggu, 29 Januari 2017

Sabun dan Musim

sabun kelapa yang berfungsi membersihkan tubuh

Ini keluhan sederhana. Ada kawan yang mengaku terbiasa menggunakan sabun berbahan dasar minyak kelapa selama tinggal di Indonesia, dan kulitnya tak bermasalah dengan sabun ini. Ketika berkunjung ke negeri empat musim, dan kebetulan di sana sedang musim gugur, kulitnya menjadi kering dengan sabun kelapa. Anehnya, ketika tiba di Indonesia kembali, kulitnya langsung menerima sabun kelapa dengan baik. Mengapa ini terjadi?

Perubahan musim, cuaca, dan ketinggian di mana kita hidup, memang berperan dalam kondisi kulit tubuh. Anda yang tinggal di tempat-tempat tinggi seperti lereng gunung, akan menghadapi kondisi ekstrim. Sinar matahari menyengat di siang hari, dan dingin menusuk di malam hari. Begitu pula jika tinggal di negeri empat musim. Mungkin di sana nyaris tak berkeringat, suhu lebih kering dan dingin. Sedang di Indonesia, terutama di kepulauan, suhu panas, keringat banyak keluar, kecuali Anda terkurung 24 jam di ruangan ber-AC.

Hal-hal di atas akan mempengaruhi kondisi kulit kita. Mereka yang tubuhnya banyak mengeluarkan keringat, cenderung bergerak, akan membutuhkan sabun yang fungsi utamanya membersihkan tubuh, menghilangkan daki. Itu sebabnya mereka akan cocok menggunakan sabun berbahan dasar minyak kelapa. Jika kita lihat sifat fisika dan kimia minyak kelapa sebagai bahan sabun, akan kita dapat :
komposisi kimia :


Chemical Composition:
Palmitic: 9%
Stearic: 3%
Myristic: 19%
Oleic: 8%
Linoleic: 2%
Lauric: 48%


Sedang, sifat fisikanya sebagai sabun adalah :

Hardness: 79
Cleansing: 67
Conditioning: 10
Bubbly Lather: 67
Creamy Lather: 12

Itu sebabnya sabun berbahan minyak kelapa menjadi sabun pembersih namun kurang melembabkan. Sabun ini bersifat keras namun cepat habis dimakan air, banyak busanya. Mereka yang bepergian ke tempat tinggi atau ke negara empat musim, andai masih menggunakan sabun kelapa, hendaknya melengkapi diri dengan krim atau losyen pelembab kulit (baik wajah, bibir, maupun kulit yang lain) agar kulit tidak kering.

Minggu, 22 Januari 2017

Si Buruk Rupa Penghalus Kulit


si buruk rupa

Saya berikan secara gratis pun belum tentu orang mau, karena bentuknya memang buruk. Mungkin mereka baru mau menerima karena terpaksa atau enggan menolak. Namun ada dua orang yang fanatik menggunakan sabun ini. Si Mbak penjaga perpustakaan tetangga dan kawan ibu, tetangga 5 kanan dari rumah. 

Si Mbak sudah setahun menggunakan si buruk rupa. Wajahnya mulus mirip dipermak di salon kecantikan dengan perawatan mahal. Setiap orang memuji melakukan perawatan wajah di mana, si mbak cuma senyum-senyum dikulum. Mau ngaku pakai si buruk rupa, orang belum tentu percaya. Jadi kalau orang menuduh 'kamu pakai kosmetik ini ya' atau 'kamu ke salon itu ya' si mbak hanya berdehem, hem.

Tetangga satu RT sudah menggunakan sabun ini lebih setahun, mungkin sejak saya menyabun. Tidak seperti konsumen kritis dan rewel, tetangga saya jenis penurut. Apapun bentuk sabun yang saya berikan, dia iyakan.Yang penting wajah tua, keriput, dan kusamnya menjadi bercahaya. Sebagai janda pensiunan dia tak punya banyak pilihan untuk merawat kulit badan dan wajah. Syukurlah, si buruk rupa yang murah meriah, juga sabun garam dan kelapa, cocok di kulitnya. Setidaknya flek-flek tua yang menghiasi kulitnya berkurang, wajahnya lebih cerah dan bercahaya. 


Si buruk rupa kemudian menjadi sabun keluarga, selalu tersedia di kamar mandi. Keluarga saya semula menganggap aneh sabun ini. Sedikit busa, kerap menimbulkan noda kecoklatan di tempat sabun, dan cepat habis. Bagaimana tidak boros, dalam satu kilogram minyak terkandung 400gr susu bubuk. Mirip luluran susu yang dilabur dalam minyak. 

Fungsinya memang menghaluskan kulit, membuang kulit mati dan menyamarkan bekas luka dengan cepat. Awal membuatnya pun karena prinsip re-use, menggunakan kembali bahan yang dianggap mubazir. Susu bubuk nganggur yang nyaris dibuang -karena si anak menolak susu tersebut- lalu kiriman susu dari pabrik susu yang nyaris kedaluarsa. Daripada diberikan ke ayam, lebih baik dibuat sabun ala lulur. Hasilnya sungguh menakjubkan, mulai membuat kulit mulus setelah seminggu pemakaian.

 
Karena bahannya murah, susu bubuk murahan dan dua minyak nabati termurah di pasaran, harga jualnya pun meriah. Pangsa pasarnya jelas, golongan ekonomi menengah ke bawah. Mengapa? Karena memiliki kulit halus, cerah, dan sehat, adalah hak semua orang. Kaya, miskin, lelaki, perempuan. Dan menghasilkan sabun berkualitas baik dengan harga miring -tanpa tambahan bahan berbahaya- sungguh membahagiakan. Itu adalah satu dari sekian alasan sekaligus tujuan saya menyabun.

Salam,